Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Eksekusi Rumah dan Sawah Diwarnai Isak Tangis
Selasa, 30-04-2019 | 18:42 wib
Oleh : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Eksekusi rumah dan sawah di Nganjuk diwarnai isak tangis keluarga, karena tak kuasa menahan kesedihan saat rumah satu satunya dieksekusi. Sempat terjadi protes karena eksekusi dianggap obyek eksekusi kurang jelas.

Pengadilan Negeri Nganjuk melaksanakan eksekusi pengosongan atas rumah dan sawah, yang ada di Dusun Sugihan ,Desa Mlorah ,Kecamatan Rejoso ,Kabupaten Nganjuk, sesuai penetapan ketua pengadilan negeri tertanggal 23 April 2019.

Eksekusi yang dijaga ketat aparat kepolisian, diawali pembacaan surat keputusan Ketua Pengadilan Negeri di Balai Desa Mlorah. Dalam pembacaan itu, kuasa terguat sempat mengajukan keberatan eksekusi, karena dinilai obyek eksekusi kurang jelas, terkait letak dan obyek C desa.

Tetapi tim eksekusi pengadilan negeri yang dengan ketua, Deni Aprianata, tetap melaksanakan eksekusi, karena perintah eksekusi telah ditatapkan.

Eksekusi pertama dilakukan pada sebuah rumah, yang sebelumnya ditempati tergugat, Sugiati, karena sesuai perintah eksekusi rumah dan sawah dalam keadaan kosong, maka tim eksekusi mengosongkan rumah, dengan mengangkut keluar seluruh isi rumah.

Saat rumah dikosongkan, salah satu anggota keluarga menangis, karena tak kuat menahan rasa haru, melihat rumah orang tuianya dikosongkan.

Kuasa Hukum Tergugat, Steven Mandraguna, mengatakan, pihaknya tetap menghormati putusan pengadilan, tetapi pihaknya juga akan membuktikan kalau sawah yang di eksekusi tidak tepat objeknya, pihaknya juga akan melakukan upaya hukum lanjutan.

Sebelum melanjutkan eksekusi sawah, kedua kuasa hukum sepakat duduk bersama membicarakan tanaman yang ada di atas sawah tersebut, karena saat ini sawah masih ada tanaman bawang merah dan padi, akirnya terjadi kesepakatan hasil panen akan dibagi.

Karena saat ini sengketa tanah keluarga ini masih dalam proses kasasi, untuk itu Adi Wibowo meminta kepada kedua belah pihak untuk berdamai, karena semua yang bersengketa adalah ahli waris yang akan mendapat bagian dari obyek yang di eksekusi.

Kesepakatan itu akirnya ditindak lanjuti kedua belah pihak ke Pengadilan Negeri Nganjuk, untuk mencabut gugatan kasasi. (yos)

Berita Terkait


Eksekusi Rumah dan Sawah Diwarnai Isak Tangis

Eksekusi Rumah Diwarnai Penolakan Penghuni Rumah

Termohon Melakukan Perlawanan, Eksekusi Rumah Ditunda

Diduga Unsur Politik, 2 Rumah Milik Muzammil Dieksekusi Petugas Gabungan


PN Surabaya Eksekusi Rumah di Jalan Girilaya Surabaya

Petugas Kerahkan Ratusan Personil Eksekusi Rumah Warga

Eksekusi Rumah Warga, Diwarnai Isak Tangis Pemilik Rumah

Eksekusi Rumah Kos Berlangsung Tegang dan Adu Mulut

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber