Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Datangi Selingkuhan Istri Bawa Sajam, Malah Mau Dimassa Dan Berujung Dipolisikan
Senin, 29-04-2019 | 17:38 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Urusan rumah tangga yang dicampuri orang ketiga memang bisa berujung urusan hukum. Ini seperti yang dialami Imam Ghozali, warga Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini misalnya, yang ingin meminta kejelasan dari selingkuhan istrinya dengan membawa senjata tajam. Akibatnya, pelaku hendak dikeroyok massa dan malah dipolisikan.

Imam Ghozali (21) warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang menyesali perbuatannya setelah mendatangi selingkuhan istrinya sambil membawa senjata tajam.

Pelaku mendatangi korban dengan berbekal penuturan istrinya yang selama ini selalu berhubungan badan dengan korban. Pelaku meminta kejelasan terkait kedekatan korban dengan istrinya tersebut.

Namun, bukannya mendapatkan jawaban atas perselingkuhannya dengan istri pelaku, malah pelaku hendak dikeroyok massa dan akhirnya diamankan Satreskrim Polsek Ngajum atas kepemilikan benda berbahaya tanpa ijin.

Menurut pelaku Imam Ghozali, bahwa istrinya yang menceritakan telah beberapa kali berhubungan badan dengan pacarnya atau selingkuhannya di rumah lelaki tersebut. "Saat itu juga saya mendatangi lelaki itu membawa sajam pisau dan sendok 4 buah yang ditajamkan ujungnya," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan undang-undang darurat, pasal 2 ayat 1 nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukumannya paling lama 10 tahun kurungan penjara.(end)

Berita Terkait


Ngeres, Pegawai Pemkot Pasuruan Digrebek Mesum di Kamar Kos

Datangi Selingkuhan Istri Bawa Sajam, Malah Mau Dimassa Dan Berujung Dipolisikan


Cemburu, Bapak 2 Anak Bunuh Pria Selingkuhan Istrinya

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber