Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Sri Lanka Kebobolan Karena Elite Politik Sibuk Bertengkar
Peristiwa  Senin, 29-04-2019 | 02:12 wib
Reporter :
Kolombo pojokpitu.com, Serangan bom pada hari Paskah pekan membuat Sri Lanka syok bukan main. Pemerintah di Kolombo benar-benar kebobolan oleh aksi para teroris berkedok Islam itu. Ternyata, para elite politik di negara itu terlalu sibuk bertengkar.

"Kalau kami (United National Party) mendapat petunjuk tapi tidak mengambil aksi, pastinya saya mengundurkan diri saat ini juga. Namun, apa yang bisa saya lakukan jika tak ada dalam lingkaran dalam," ujar Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, sebagaimana dilansir Agence France Presse.

Ketua United National Party itu menuding negerinya kebobolan karena ulah Presiden Maithripala Sirisena. Sudah empat bulan dia dan Wakil Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene, rekan satu partai, tak diundang dalam rapat dewan keamanan negara.

Pemerintahan Sri Lanka memang sedang retak. Koalisi yang dibentuk Sri Lanka Freedom Party dan United National Party pada 2015 itu sedang mengalami perang internal. Puncaknya tahun lalu saat Sirisena mendepak Wickremesinghe dari kursi perdana menteri.

Jabatan yang setara dengan wakil presiden di Indonesia tersebut diberikan kepada Mahinda Rajapaksa, lawan Sirisena saat menjadi capres empat tahun lalu. Mahkamah Agung membalik keputusan sang presiden beberapa bulan kemudian. Namun, kedua kubu tetap bersitegang.

Setelah insiden teror, Sirisena seperti melunak. Dia meminta maaf karena sikap kepolisian yang menolak rapat dengan Wickremesinghe.
Sebagaimana diberitakan, insiden itu terjadi saat Sirisena berlibur ke luar negeri. Wickremesinghe yang berada di dalam negeri justru sulit mengumpulkan pejabat.

"Bukan rahasia lagi bahwa dua tahun belakangan saya berselisih dengan sebagian pejabat. Sekarang semua pihak harus bersatu dan membangun negara yang damai," ucap Sirisena. (bil/c18/dos/end)

Berita Terkait

Sri Lanka Kebobolan Karena Elite Politik Sibuk Bertengkar
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  20 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber