Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Setelah Dirawat, Polisi Periksa Ibu Bayi
Sabtu, 27-04-2019 | 15:00 wib
Oleh : Mochammad Asrofi Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Setelah menerima perawatan di rumah sakit, ibu kandung dari bayi yang terbungkus kain akhirnya diperiksa di Mapolres Blitar. Dalam proses penyidikan tersebut, ibu kandung korban selalu mengelak dari pertanyaan yang diajukan.

Niken ibu kandung bayi yang dibunuh di dalam kain ini, Jumat (26/4) siang menjalani pemeriksaan di Mapolres Blitar Kota. Selama proses pemeriksaan tersebut, Niken menolak semua pertanyaan yang diajukan penyidik.

Selain itu, Niken juga sempat mengaku ke penyidik mengenai mengenai pendarahan yang dialaminya. AKP Heri Sugiono, Kasatreskrim Polres Blitar Kota, menjelaskan, polisi sendiri, juga telah memeriksa 8 saksi, mulai dari orang tua ibu bayi hingga saudara kandungnya.

Sebelumnya di rumah Niken ditemukan jenazah bayi laki-laki yang merupakan anak kandungnya. Diduga bayi tersebut, dibunuh oleh ibu kandungnya setelah proses melahirkan, karena tidak ada satu orangpun yang mengetahui proses kelahiran bayi tersebut.

Rencananya ibu kandung bayi tersbut akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. Hal itu, guna memastikan kondisi kejiwaan dari ibu kandung korban. (yos)

Berita Terkait


Diduga Hasil Zina, Mayat Janin Dikubur di Taman Kenpark

Mayat Bayi Ditemukan di Bawah Jembatan

Metode PGT-A Untuk Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Sosok Mayat Bayi Perempuan Terapung di Sungai Brantas


Ibu Kandung Pembuang Bayi di Surau Akhirnya Ditemukan

Belum Genap 2 Minggu, Banyuwangi Kembali Digegerkan Penemuan Bayi

Bayi Laki-Laki Lahir Normal di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2019

Pasca Operasi, Bayi Kembar Siam Akila-Azila Stabil

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber