Berita Terbaru :
Polisi Jemput Paksa Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Lahan Mantingan
Ancam Akan Dibunuh, Bapak Bejat Cabuli Anak Kandung Selama 3 Tahun
KPU Sumenep Hanya Mendapat Alokasi Tambahan Anggaran 3,4 M
Seluruh ASN Kantor BKPP Ngawi Jalani Isolasi Mandiri
Festival Inovasi Disrupto Kembali Digelar Secara Virtual
Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
   

Bidayah Anggota KPPS Asal Mojokerto Meninggal Dunia
Mataraman  Jum'at, 26-04-2019 | 12:19 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Almarhum Bidayah (41) anggota KPPS 08 Dusun Tawangsari, Desa Bandar Asri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Foto Istiewa
Mojokerto pojokpitu.com, Sempat menjalani perwatan di rumah sakit Mojosari karena kelelahan dan tekanan darah tinggi, seorang anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara KPPS warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia.

Almarhum Bidayah (41) anggota KPPS 08 Dusun Tawangsari, Desa Bandar Asri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bidayah bertugas melakukan penghitungan hasil coblosan Pilpres dan Pileg 17 April lalu.

Suasana duka masih terlihat di rumah Mujiono suami Bidayah, yang meninggal dunia usai bertugas sebagai petugas KPPS. Nur Maulidiyah anak Bidayah menceritakan, saat bertugas ibunya terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda sakit. Namun, Bidayah memiliki riwayat penyakit darah tinggi sejak masih muda. "Karena terlalu semangat di TPS hingga larut malam, membuat saya hasur menyusul agar pulang ke rumah," kata Nur Maulidiyah.

Nur Maulidiyah sempat meminta ibunya istirahat karena sampai larut malam masih melakukan penghitungan.

Sehari setelah coblosan, Bidayah mengeluh kembung dan kepala pusing. Selanjutnya keluarga membawa Nurbidayah ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. "Saat perawatan kondisi terus memburuk dan kehilangan kesadaran, dan dua hari kemudian ibu meninggal dunia," cerita Nur Maulidiyah.

Hingga saat ini tercatat dua petugas KPPS di kota dan kabupaten Mojokerto meninggal dunia. Sebelumnya seorang petugas Linmas di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto meninggal dunia saat mengantarkan kotak suara ke balai kelurahan. (pul)

Berita Terkait

Santunan Sakit Belum Cair, Linmas KPPS Meninggal Dunia

Komnas Ham Investigasi Korban Meninggal di KPU

Ada 8 Petugas KPPS Meninggal Dunia, KPU Tulungagung Gelar Doa

Setelah 12 Hari Dirawat, Ketua KPPS Desa Kepuhrejo Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  4 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  4 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  3 jam

Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber