Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Bidayah Anggota KPPS Asal Mojokerto Meninggal Dunia
Mataraman  Jum'at, 26-04-2019 | 12:19 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Almarhum Bidayah (41) anggota KPPS 08 Dusun Tawangsari, Desa Bandar Asri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Foto Istiewa
Mojokerto pojokpitu.com, Sempat menjalani perwatan di rumah sakit Mojosari karena kelelahan dan tekanan darah tinggi, seorang anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara KPPS warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia.

Almarhum Bidayah (41) anggota KPPS 08 Dusun Tawangsari, Desa Bandar Asri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bidayah bertugas melakukan penghitungan hasil coblosan Pilpres dan Pileg 17 April lalu.

Suasana duka masih terlihat di rumah Mujiono suami Bidayah, yang meninggal dunia usai bertugas sebagai petugas KPPS. Nur Maulidiyah anak Bidayah menceritakan, saat bertugas ibunya terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda sakit. Namun, Bidayah memiliki riwayat penyakit darah tinggi sejak masih muda. "Karena terlalu semangat di TPS hingga larut malam, membuat saya hasur menyusul agar pulang ke rumah," kata Nur Maulidiyah.

Nur Maulidiyah sempat meminta ibunya istirahat karena sampai larut malam masih melakukan penghitungan.

Sehari setelah coblosan, Bidayah mengeluh kembung dan kepala pusing. Selanjutnya keluarga membawa Nurbidayah ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. "Saat perawatan kondisi terus memburuk dan kehilangan kesadaran, dan dua hari kemudian ibu meninggal dunia," cerita Nur Maulidiyah.

Hingga saat ini tercatat dua petugas KPPS di kota dan kabupaten Mojokerto meninggal dunia. Sebelumnya seorang petugas Linmas di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto meninggal dunia saat mengantarkan kotak suara ke balai kelurahan. (pul)

Berita Terkait

Santunan Sakit Belum Cair, Linmas KPPS Meninggal Dunia

Komnas Ham Investigasi Korban Meninggal di KPU

Ada 8 Petugas KPPS Meninggal Dunia, KPU Tulungagung Gelar Doa

Setelah 12 Hari Dirawat, Ketua KPPS Desa Kepuhrejo Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  15 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  15 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  5 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  14 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber