Berita Terbaru :
Solidaritas Lawan Corona Dengan Bantu APD
Tekan Covid 19, Tagana Bagi Handsanitizer Gratis
Surabaya Pastikan Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi
Karantina Wilayah,Warga Perumahan Bikin Bilik Sterilisasi Secara Swadaya
Sidak Dirlantas Polda Jatim, Akses Jalan Poncan dan Rungkut Menanggal Telah Dibuka
Hasil Rapid Test, Satu PDP Reaktif Virus Corona
Pemkot Mojokerto Siapkan Rumah Susun Bagi Para Pemudik
Pertimbangkan Kepentingan Masyarakat,Jalan Rungkut Menanggal-Pondok Candra Dibuka Lagi
Satlantas Polres MojokertoKota Bersama Komunitas Youtuber Membagikan 1000 Masker
Di Jawa Timur Terdapat 21 Kluster Penyebaran Covid 19
Jokowi Tegakan Tidak Bebaskan Napi Koruptor
Puluhan Wastafel Jumbo Dibagikan ke Pasar-Pasar Tradisional
Presiden Jokowi : Masyarakat Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
Sebanyak 24 Warga Yang Kontak Fisik Dengan Orang Positif Virus Corona Diisolasi
   

Dahsyat, Begini Cerita Partisipasi Pemilu di Luar Negeri
Opini  Kamis, 25-04-2019 | 09:58 wib
Reporter : Edwin Jaka
Surabaya pojokpitu.com, SUATU sore Paman saya yang tinggal di Middleburgh, Belanda berkirim WhatsApp. Ia mengabarkan kondisi pemilihan Presiden yang tengah berlangsung.

"Setelah Pilpres, nanti Surabaya juga ada pemilihan Kepala Daerah ya?," tanya beliau dengan logat  Holland Spreken yang sudah mulai kental itu. Maklum, sudah hampir 30 tahun beliau meninggalkan kota Pahlawan tinggal dan menetap disana bersama keluarganya.

Paman saya begitu antusias dan berpartisipasi dalam urusan menentukan pemimpin. Kepeduliannya tidak hanya urusan pemimpin negara. Bahkan sampai siapa sosok Kepala Daerah.

Effort  yang tinggi mungkin juga dimiliki warga daerah lainnya, termasuk Arek Suroboyo di luar negeri. Hal tersebut menjadi sebuah masukan bagi penyelenggara Pemilu. Khususnya KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Tentu hal tersebut menjadi upaya tersendiri untuk menarik partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi. Jika saja proses coblosan figur Walikota dan Wakil Walikota Surabaya periode berikutnya bisa diikuti warga Surabaya yang tinggal di luar negeri pasti akan berjalan meriah.

KPU bisa mengakomodir proses pemilihan kepala daerah ini dengan berbagai cara. Diantaranya melakukan komunikasi kepada kantor Konsulat Jendral negara asing yang ada di Surabaya.

Tujuannya, menjalin kerjasama dalam proses pemutakhiran data penduduk yang tinggal dan menetap di luar negeri. Permohonan data tersebut nantinya bisa masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selain itu, pendekatan tersebut bisa dijembatani oleh Pemerintah Kota Surabaya. Terutama dengan negara-negara yang menjalin kerjasama Sister City. Jadi tidak hanya dalam urusan lingkungan, maupun pendidikan. Melainkan juga dengan program diplomasi politik.

Nantinya, di luar negeri untuk pengawasan pelaksanaan Pemilu bisa melibatkan berbagai pihak, diantaranya : Kelompok Buruh Migran, Pelajar, maupun warga Surabaya yang menikah dengan warga negara asing.

Untuk menarik perhatian dari kelompok-kelompok tersebut, proses sosialisasi juga turut dilakukan oleh KPU. Salah satu upaya yang paling efektif dan strategis adalah melalui sosial media.

Informasi yang diberikan secara langsung akan menggugah ketertarikan bagi warga Surabaya di luar negeri untuk bisa berpartisipasi. Mengingat tidak hanya sekedar urusan Pilpres saja, melainkan juga ikut bertanggung jawab untuk menentukan siapa sosok pemimpin kota.

Beberapa waktu lalu di berbagai media menyebut secara keseluruhan DPT warga Jatim yang ada diluar negeri mencapai 30.912.994 pemilih. Jumlah ini dilansir oleh pihak KPU Jawa Timur dalam mempersiapkan Pemilu 2019.

Puluhan ribu pemilih tersebut, disebut adalah pemilih potensial. Artinya, partisipasi terhadap pemilu cukup besar. Sehingga, jika konsep tersebut bisa dijalankan, tentunya coblosan untuk Pilkada bisa diikuti juga oleh warga daerah yang ada diluar negeri.

Dan ini tidak hanya berlaku untuk Surabaya. Jika berhasil, maka bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya melakukan hal serupa. Terutama pemerintah daerah yang juga menjalin kerjasama diplomasi dengan negara asing.

Selama ini, yang telah dijalankan oleh KPU hanya sebatas pada pelaksanaan Pemilihan Presiden saja. Namun, jika konsep ini dilakukan maka ada sebuah euforia tersendiri bagi warga Surabaya yang tinggal dan menetap di Luar Negeri dalam konsep Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya.

Mau tidak mau warga Surabaya yang tinggal di Luar Negeri akan turut menentukan nasib kota di tangan pemimpin yang dipilih. Asyik kan? (pul)


Penulis
EDWIN JAKA WIRAPRAJA, SPi
Mantan Wartawan

Berita Terkait

Suara Pemuda Dalam Pemilukada 2020 Jatim Diprediksi Meningkat

Resmikan Digitalisasi Rumah Pintar Pemilu, KPU Permudah Pemilih

Mantan Ketua Panswaskab dan Dua Rekannya Masuk Bui

Bawaslu Desak Pemda Cairkan Anggaran Sebelum 2020
Berita Terpopuler
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  12 jam

Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  11 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  11 jam

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber