Berita Terbaru :
Petugas dan Tim Medis Diperintahkan Awasi Zona Merah
Gara-Gara Tagihan Listrik Warga Blitar Tewas Ditusuk
Penghadang Rombongan Bupati Tulungagung Diamankan Polisi
5 Hari Sudah Pencarian, Adelia Safitri Korban Hanyut Tak Ditemukan
Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Masuk Zona Merah, Akses Gerbang Tol Madiun Diperketat
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Dibuka Kembali
Ratusan Santri Lirboyo Telah Tiba di Probolinggo
Kabupaten Madiun Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jadi Endorse Arisan Online, Tyara Barbie Diperiksa Polda Jatim
Satu Positif Covid-1, Warga Kota Blitar Lakukan Penyemprotan Mandiri
Bupati Ipong Janji Bangun Jembatan Yang Putus Terseret Banjir
Cegah Virus Corona, Ratusan Santri Ponpes Ponorogo Dipulangkan
Warga Surabaya Terduga Covid 19 Meninggal Dunia di RS Gresik
Dokter Tuhan
   

Malaysia Ditengarai Tak Bisa Lepas dari Jerat Utang Tiongkok
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 25-04-2019 | 07:12 wib
Reporter :
KUALA LUMPUR pojokpitu.com, Langkah PM Malaysia Mahathir Mohamad menghidupkan kembali proyek-proyek yang didanai utang dari Tiongkok mengundang sorotan tersendiri. Pasalnya, hal itu bertentangan dengan sikapnya ketika baru kembali duduk di kursi orang nomor satu pemerintahan Negeri Jiran.

Mahathir pada saat itu mengirim pesan kuat ke Beijing tentang keinginan dan tekadnya untuk meninjau ulang atau membatalkan proyek-proyek dengan Tiongkok. Dia ingin Malaysia menghindari perangkap utang Tiongkok, yang telah membuat negara-negara lain tidak punya pilihan selain menyerahkan kendali proyek berhutang kepada Beijing.

Namun, penentangan Mahathir terhadap Tiongkok tidak bertahan lama. Forbes akhir pekan kemarin, Minggu (21/4) merilis artikel berjulul "Malaysia Cannot Escape From China. Its Too Late" yang merupakan opini dari kontributor bernama Panos Mourdoukoutas.
Dia adalah seorang profesor dan ketua Departemen Ekonomi di LIU Post di New York. Dia juga mengajar di Universitas Columbia dan kerap menerbitkan beberapa artikel di jurnal dan majalah profesional dunia.

Dalam artikel itu, dia menjelaskan bahwa Malaysia sudah terjerat dalam jaring Tiongkok, dan tidak ada jalan keluar. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah membawa Beijing ke meja perundingan, dan mencoba untuk mendapatkan penawaran yang lebih baik untuk proyek yang sedang berjalan.

Karena itulah, hal terbaik yang bisa dicapai Mahathir adalah memangkas biaya proyek investasi yang ditugaskan kepada kontraktor Tiongkok.

Pekan lalu, Tiongkok sepakat untuk memotong biaya proyek East Coast Rail Link hingga sepertiga. Minggu ini, kedua negara telah sepakat untuk menghidupkan kembali proyek Bandar Malaysia dengan kontraktor asli, yakni perusahaan patungan antara perusahaan Malaysia Iskandar Waterfront Holdings dan China Railway Engineering Corp (CREC),

Lalu, apa yang membuat Malaysia melunak ke Tiongkok? Tentunya banyak faktor yang melatarbelakanginya. Namun salah satunya adalah bahwa ada banyak biaya yang sudah "tenggelam" untuk proyek-proyek tersebut dan akan sulit untuk menemukan sumber pembiayaan alternatif untuk melanjutkannya.

Bukan hanya itu, faktor lainnya kemungkinan adalah, ada ketergantungan Malaysia pada Tiongkok untuk ekspornya. Tahun lalu, Tiongkok adalah pasar ekspor terbesar untuk Malaysia (yakni 42,5 miliar dolar AS), diikuti oleh Singapura (35,7 miliar dolar AS), dan Amerika Serikat (33,1 miliar dolar AS).

Menurut data Tradingeconomics.com, secara kebetulan, ekspor Malaysia turun secara tak terduga belakangan ini, yakni sebesar 5,3 persen setiap tahun menjadi MYR 66,6 miliar pada Februari 2019, setelah 3,1 persen pada Januari dan kehilangan konsensus pasar sebesar 1,4 persen.

Penjualan turun untuk produk berbasis minyak kelapa sawit dan minyak sawit, produk minyak sulingan, minyak mentah, kayu & produk berbasis kayu dan karet alam. (rmo/end)

Berita Terkait

Menkopolhukam Siapkan Langkah Diplomatik Terkait Penahanan 3 Suporter Indonesia di Malaysia

Pernyataan Bos Taxi Malaysia, Menyakitkan Driver Ojol

Malaysia Ditengarai Tak Bisa Lepas dari Jerat Utang Tiongkok

Polisi Malaysia Sita Ratusan Tas Mewah Milik Nyonya Najib
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  14 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  13 jam

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Malang Raya  10 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber