Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Malaysia Ditengarai Tak Bisa Lepas dari Jerat Utang Tiongkok
Kamis, 25-04-2019 | 07:12 wib
Oleh :
KUALA LUMPUR pojokpitu.com, Langkah PM Malaysia Mahathir Mohamad menghidupkan kembali proyek-proyek yang didanai utang dari Tiongkok mengundang sorotan tersendiri. Pasalnya, hal itu bertentangan dengan sikapnya ketika baru kembali duduk di kursi orang nomor satu pemerintahan Negeri Jiran.

Mahathir pada saat itu mengirim pesan kuat ke Beijing tentang keinginan dan tekadnya untuk meninjau ulang atau membatalkan proyek-proyek dengan Tiongkok. Dia ingin Malaysia menghindari perangkap utang Tiongkok, yang telah membuat negara-negara lain tidak punya pilihan selain menyerahkan kendali proyek berhutang kepada Beijing.

Namun, penentangan Mahathir terhadap Tiongkok tidak bertahan lama. Forbes akhir pekan kemarin, Minggu (21/4) merilis artikel berjulul "Malaysia Cannot Escape From China. Its Too Late" yang merupakan opini dari kontributor bernama Panos Mourdoukoutas.
Dia adalah seorang profesor dan ketua Departemen Ekonomi di LIU Post di New York. Dia juga mengajar di Universitas Columbia dan kerap menerbitkan beberapa artikel di jurnal dan majalah profesional dunia.

Dalam artikel itu, dia menjelaskan bahwa Malaysia sudah terjerat dalam jaring Tiongkok, dan tidak ada jalan keluar. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah membawa Beijing ke meja perundingan, dan mencoba untuk mendapatkan penawaran yang lebih baik untuk proyek yang sedang berjalan.

Karena itulah, hal terbaik yang bisa dicapai Mahathir adalah memangkas biaya proyek investasi yang ditugaskan kepada kontraktor Tiongkok.

Pekan lalu, Tiongkok sepakat untuk memotong biaya proyek East Coast Rail Link hingga sepertiga. Minggu ini, kedua negara telah sepakat untuk menghidupkan kembali proyek Bandar Malaysia dengan kontraktor asli, yakni perusahaan patungan antara perusahaan Malaysia Iskandar Waterfront Holdings dan China Railway Engineering Corp (CREC),

Lalu, apa yang membuat Malaysia melunak ke Tiongkok? Tentunya banyak faktor yang melatarbelakanginya. Namun salah satunya adalah bahwa ada banyak biaya yang sudah "tenggelam" untuk proyek-proyek tersebut dan akan sulit untuk menemukan sumber pembiayaan alternatif untuk melanjutkannya.

Bukan hanya itu, faktor lainnya kemungkinan adalah, ada ketergantungan Malaysia pada Tiongkok untuk ekspornya. Tahun lalu, Tiongkok adalah pasar ekspor terbesar untuk Malaysia (yakni 42,5 miliar dolar AS), diikuti oleh Singapura (35,7 miliar dolar AS), dan Amerika Serikat (33,1 miliar dolar AS).

Menurut data Tradingeconomics.com, secara kebetulan, ekspor Malaysia turun secara tak terduga belakangan ini, yakni sebesar 5,3 persen setiap tahun menjadi MYR 66,6 miliar pada Februari 2019, setelah 3,1 persen pada Januari dan kehilangan konsensus pasar sebesar 1,4 persen.

Penjualan turun untuk produk berbasis minyak kelapa sawit dan minyak sawit, produk minyak sulingan, minyak mentah, kayu & produk berbasis kayu dan karet alam. (rmo/end)

Berita Terkait


Malaysia Ditengarai Tak Bisa Lepas dari Jerat Utang Tiongkok

Polisi Malaysia Sita Ratusan Tas Mewah Milik Nyonya Najib

Tanpa Busana, Model Malaysia Terjun Bebas dari Lantai 20

Malaysia Paksa Indonesia Puasa Medali Emas Selama 26 Tahun


Bawa Sabu 1,5 Kg, Dua WNA Asal Malaysia Dituntut 20 Tahun Penjara

Malaysia Ditengarai Tak Bisa Lepas dari Jerat Utang Tiongkok

Viral Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Bawaslu RI Sedang Mengumpulkan Bukti

TKI di Malaysia Banyak Yang Belum Dapat Undangan Mencoblos

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber