Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Dikenakan Pajak 10 Persen, Pedagang Pasar Tunjungan Tuntut Revitalisasi
Rabu, 24-04-2019 | 18:06 wib
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Diberlakukannya PPN 10 persen oleh PD Pasar terhadap para pedagang pasar Tunjungan Surabaya, membuat para pedagang merasa geram. Bahkan mereka juga menuntut agar revitalisasi Pasar Tunjungan segera dilakukan.

Pasca keluarnya peraturan PD Pasar untuk menerapkan adanya pajak PPN sebesar 10 persen, untuk para pedagang pasar di luar biaya retribusi, membuat para pedagang Pasar Tunjungan Surabaya merasa geram.

Pasalnya, selama ini kondisi Pasar Tunjungan Surabaya ini dianggap sangat tidak layak. Bahkan saat ini hanya tinggal 30 pedagang saja yang masih memilih untuk bertahan, sehingga omset mereka turun drastis.

Jhonel mengakui sejak turunnya peraturan tersebut, para pedagang juga tidak bisa membayarkan retribusi, jika tidak disertai dengan PPN 10 persen, sehingga saat ini seluruh pedagang menunggak selama 12 bulan.

Para pedagang berharap agar Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan revitalisasi pasar, sehingga kembali layak untuk ditempati. Bahkan para pedagang juga akan segera melakukan somasi dan melayangkan gugatan.(end)

Berita Terkait


Rusak Parah, Kondisi Pasar Tunjungan Memprihatinkan

Dikenakan Pajak 10 Persen, Pedagang Pasar Tunjungan Tuntut Revitalisasi

Revitalisasi Pasar Tunjungan Rp 10 Miliar Tidak Terealisasi

PDPS Baru Akan Mulai Studi Kelayakan Revitalisasi Pasar Tunjungan


Dianggarkan Rp 10 M, Revitalisasi Pasar Tunjungan Mangkrak

Relokasi Pedagang, Tahap Awal Revitalisasi Pasar Tunjungan

PDPS Baru Akan Mulai Studi Kelayakan Revitalisasi Pasar Tunjungan

Revitalisasi Pasar Tunjungan Sebatas Isapan Jempol

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber