Berita Terbaru :
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
   

Serunya Para Ibu Melukis Pada Tas Anyaman Daun Pandan
Life Style  Rabu, 24-04-2019 | 08:20 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Hari kartini masih diperingati oleh para wanita di Surabaya, dengan menggelar lomba melukis tas. Uniknya tas yang digunakan terbuat dari anyaman daun pandan. Tujuan lomba ini untuk melatih wanita agar mampu menciptakan produk bernilai tinggi, meski terbuat dari bahan tak bernilai.

Melukis diatas kanvas atau kertas tentu sudah biasa, namun apa jadinya bila melukis di sebuah tas yang terbuat dari anyaman daun pandan. Ini dilakukan para ibu dalam lomba melukis tas yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (Gow) Surabaya, untuk memperingati hari kartini, yang digelar di salah satu mall di Surabaya.

Ada yang menggambar bunga-bungaan, motif sulur, rumah hingga wajah ibu kartini. Meski amatir, namun ibu-ibu ini tampak cekatan dalam menggambar. Namun ada pula yang tidak biasa menggambar di atas tas anyaman.

Iis Hendro Priyono - Ketua Gow Surabaya, mengatakan, lomba ini bertujuan untuk melatih wanita agar bisa menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi, meski terbuat dari bahan yang tak bernilai.

Dari lomba ini menunjukan bahwa kaum wanita berperan penting dalam keluarga, sebagai istri atau ibu, kaum wanita juga mampu meningkatkan ekonomi keluarga, sesuai cita-cita raden ajeng kartini. (yos)

Berita Terkait

Warga Berlarian Berebut Sembako Dari Kartini

Masa Covid 19, Helper dan Sopir Wanita Bus Suroboyo Tampil Dengan Kebaya

Sambut Hari Kartini Petugas SPBU Kenakan Kebaya dan Masker

Serunya Para Ibu Melukis Pada Tas Anyaman Daun Pandan
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  11 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  12 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  10 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber