Berita Terbaru :
Kasus DBD Bojonegoro Capai 67 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia.
Batuan Masker Terus Mengalir Untuk Mensukseskan Jatim Bermasker
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
   

Sidang Putusan Pembunuh Ibu Mertua Divonis 20 Tahun
Mataraman  Selasa, 23-04-2019 | 17:29 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh menantu terhadap ibu mertuanya di Nganjuk, masuk pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Nganjuk. Pelaku divonis maksimal 20 tahun penjara oleh majelis hakim.

Sementara kuasa jukum terdakwa mengaku, keberatan karena hakim tidak mempertimbangkan hal hal yang merigankan yang diajukan oleh kuasa hukum.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nganjuk, yang diketuai Irwan Efendi, akhirnya memutus 20 tahun penjara terhadap Sudarsono, terdakwa kasus pembunuhan terhadap ibu mertuanya sendiri yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Menurut Hakim, Irwan Efendi, terdakwa melakukan pembunuhan berencana, sehingga dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.

Sementara Prayogo Laksono, Kuasa Hukum Terdakwa, mengaku keberatan dengan putusan hakim yang menjatuhkan vonis maksimal, sebab sejumlah fakta meringankan terdakwa yang diberikan oleh kuasa hukum sama sekali tidak di pakai oleh hakim.

Hal yang meringankan menurutnya, terdakawa melakukan pembunuhan karena ada pemicunya, yaitu pertengkaran dengan istrinya dan bukan karena dorongan pribadinya, serta adanya rasa penyesalan.

"Kita berencana akan melakukan upaya banding demi mencari rasa keadilan terhadap kliennya," kata Prayogo lasksono.

Sementara Amin, salah satu keluarga korban, mengaku putusan hakim sudah sesuai dengan harapan pihak keluarga korban, meski hakim tidak menjatuhkan hukuman mati sesuai harapan keluarga korban.

Sebelumnya terdakwa nekat menghabisi nyawa ibu mertuanya karena korban selalu menutup nutupi keberadaan istrinya, dan pelaku dibakar rasa cemburu kepada orang lain. Hingga korban di pukul dengan palu dan tewas seketika. (yos)

Berita Terkait

Sidang Putusan Pembunuh Ibu Mertua Divonis 20 Tahun

Cekcok dengan Istri, Menantu Bunuh Mertua
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  10 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  6 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  11 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber