Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tradisi Adat Unik Resik Lawon Mensucikan Baju Nenek Moyang
Selasa, 23-04-2019 | 13:35 wib
Oleh : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Warga lingkungan Cungking Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi, punya tradisi unik yaitu tradisi yang disebut resik lawon.

Resik lawon adalah tradisi mensucikan baju nenek moyang, ritual ini diyakini sudah berlangsung turun temurun sejak masa kerajaan macan putih sekitar tahun 1530.

Ritual dimulai sekitar pukul jam 08:00 Wib, saat warga cungking mengambil kain-kain kafan yang melindungi pusara nenek moyang buyut cungking. Kain kafan itu kemudian diarak dengan jalan kaki menuju sungai sejauh 2 kilometer untuk selanjutnya dicuci.

Usai dibersihkan, kain-kain kafan ini kemudian dibawa ke rumah juru kunci untuk dibilas dan diperas melalui media dua ember air besar. Uniknya, semua aktivitas mencuci ini hanya dilakukan oleh laki-laki saja. Sedangkan, para perempuan bertugas untuk menyiapkan kuliner tradisional untuk dimakan bersama.

Sebagai juru kunci generasi kesembilan, Jami kemudian memimpin prosesi penjemuran kain kafan, warga bergotong-royong menjemur kain di sepanjang 100 meter di jalan samping rumah dengan tinggi kurang lebih 10 meter.

Tak hanya itu, kain-kain kafan ini bila disambung memiliki panjang sekitar 32 meter. Masing-masing memiliki fungsi untuk kelambu sampai mengemas patokan, untuk kain kafan yang sudah jelek akan dikubur dan diganti dengan yang baru.

Jami Abdul Gani mengatakan, dalam resik lawon istilahnya  mengganti baju buyut cungking, setahun sekali pada jelang menghadapi bulan suci ramadan.

"Selama proses menjemuR, kain kafan tidak diperbolehkan sampai menyentuh tanah," kata Jami Abdul Gani.

Sehingga, puluhan warga bergotong-royong menjemur dengan diikat menggunakan tali dari bambu baru kemudian ditarik ke atas. (yos)

Berita Terkait


Tradisi Adat Unik Resik Lawon Mensucikan Baju Nenek Moyang

Tradisi Manganan, Adat yang Terus Dilestarikan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber