Berita Terbaru :
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Disuntik Dua Kali, ODGJ Tewas Dalam Perjalanan ke Tempat Pengobatan
Mataraman  Selasa, 23-04-2019 | 12:38 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Seorang pengidap gangguan jiwa asal Ngunut, Tulungagung, dilaporkan tewas dalam perjalanan menuju tempat pengobatan di Malang. Korban meninggal usai diberi suntikan penenang, dan dalam kondisi terborgol serta kaki terikat.

Adalah Iwan Gunawan, pengidap gangguan kejiwaan warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Korban meninggal dunia di dalam mobil minibus nopol N 1380 JX, dalam perjalanan menuju ke tempat pengobatan.

Menurut keterangan Kepala Desa Kaliwungu, Bambang Dwijono, beberapa hari sebelumnya gangguan kejiwaan korban kambuh. Pihak keluarga kemudian menghubungi tempat pengobatan milik Gatot Kuswanto di Malang. Kemudian dilakukan penjemputan kepada korban Iwan.

Minggu (21/4) malam sekirar pukul 22.00 Wib rombongan penjemput berjumlah 4 orang dipimpin Gatot, tiba di Desa Kaliwungu. Proses evakuasi korban terkesan kasar. Rombongan penjemput sempat menyemprot korban dengan cairan cabai, lalu meringkusnya dengan mengikat tangan serta kaki korban. "Kami juga melihat, korban disuntik obat penenang sebanyak dua kali," Bambang Dwijono.

Korban iwan dikabarkan tewas saat perjalanan di wilayah Blitar. Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan penyelidikan. namun pihak keluarga menolak dilakukannya otopsi jenazah. Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

Menurut Iptu Herry Purwanto Kanitreskrim Polsek Ngunut, karena keluarga korban menolak otopsi dan menerima kematian korban Iwan, maka polisi menghentikan kasus tersebut.

Hanya saja sampai Senin (22/4) sore, 4 orang rombongan penjemput masih diperiksa di Mapolsek Ngunut.

"Penghentian kasus ini sifatnya sementara. Bila dikemudian hari ada tuntutan dari keluarga korban, atau ditemukan fakta baru, kami tetap akan melanjutkan," kata Iptu Herry Purwanto. (pul)

Berita Terkait

ODGJ Ngamuk, Bacok 3 Orang Tetangga, Seorang Balita Tewas di Tempat

ODGJ Kambuh,Ngamuk Bacok 3 Orang Tetangganya

RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ

4 ODGJ Asal Jember Dipindahkan ke RSJ Radjiman Lawang
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  7 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  6 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  5 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber