Berita Terbaru :
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Rumah Ghozi
Dua Oknum LSM Diamankan Polisi, Diduga Peras Kades
Dwi Sasono Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Gus Mamak : Ponpes Perlu Pehatian Pemerintah Hadapi Era New Normal
Ada Aktor Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ini Inisialnya
Jumlah Kasus Corona di Jatim Bertambah 265
Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
   

Bambang Haryo Tegaskan Koalisi Masih Solid
Politik  Senin, 22-04-2019 | 16:53 wib
Reporter : Pulung Aji
Bambang Haryo Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Jakarta pojokpitu.com, Bambang Haryo Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menampik koalisi Adil Makmur pecah.

Isu pecahnya koalisi Adil Makmur mencuat, setelah tersebarnya surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menginstruksikan anggota serta pengurus partai, tidak terlibat dalam kegiatan bertentangan dengan konstitusi.

"Kami dari BPN masih solit, terpenting persatuan dan kesatuan menuju kemenangan. Jangan sampai kita diadu domba," ujar Bambang Haryo.

seperti yang dikutip jatimnet.com, politisi Partai Gerindra itu mengatakan, tidak ada pernyataan SBY yang menyatakan keluar BPN. Dari surat yang dikeluarkan kepada pengurus partai, tidak ada secara jelas ihwal mundur.

"Kami masih tetap kompak kuat saling mendukung," tegasnya.

Bambang Haryo menyebut, apa yang dikatakan SBY adalah suatu yang logis.

Ditengah situasi politik yang sedang memanas, Bambag menduga, mungkin yang dimaksud SBY tidak ingin ada deklarasi kemenangan terlebih dahulu.

Padahal situasinya deklarasi yang dilalukan Capres Prabowo adalah untuk mengimbangi Capres petahana Joko Widodo. Karena kubu 01 telah mendeklarasikan kemenangan, sesaat usai hitung cepat. (pul)

Berita Terkait

Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi

Duh, Beras Bantuan Pangan Non Tunai Berulat dan Berkutu

Ratusan Warga Nganjuk Demo BPN

NU Desak BPN Sidoarjo Serius Selesaikan Ratusan Sertifikat Wakaf
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  12 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  10 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  9 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  5 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber