Berita Terbaru :
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
   

Gadis Pemakan Jari Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa
Peristiwa  Minggu, 21-04-2019 | 17:10 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan
Langkah dirujuk agar proses pengobatan berjalan maksimal dan pasien tidak meminta pulang kembali. Foto Benny
Kediri pojokpitu.com, Wiji Fitria gadis asal Kabupaten Kediri, yang memakan jari - jarinya sendiri lantaran mengidap gangguan jiwa. Akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Menur oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Maka penderitaan Wiji Fitria, gadis pemakan jari - jarinya sendiri akibat mengidap skizofrenia asal Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri , akhirnya berakhir. Sebab Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, merujuk Wiji ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya guna menjalani pengobatan  secara intensif .

Selama ini, pihak Dinas Kesehatan kesulitan untuk melakukan pengobatan dan perawatan terhadap Wiji, lantaran selalu mendapatkan penolakan dari neneknya Jirah. Padahal Wiji pernah mendapat rujukan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang hingga  tiga kali. Namun karena keinginan nenek, Wiji kembali dibawa pulang dan hanya dirawat seadanya di rumah.

Sukesi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengatakan, guna mendapatkan perawatan secara intensif, pihaknya merujuk Wiji ke Rumah Sakit Jiwa Menur guna mengantisipasi penolakan dari neneknya. "Kami melarang Nenek Jirah turut ke rumah sakit, karena selama berada di rumah sakit, selalu memaksa petugas untuk memulangkan Wiji secara paksa," kata Sukesi.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan, Wiji didiagnosis mengidap skizofrenia yang mengakibatkan wiji sering berhalusinasi hingga memakan jari -jarinya sendiri. (pul)

Berita Terkait

RSJ Menur Bentuk Tim Dokter Khusus Untuk Tangani Gadis Pemakan Tangan

Gadis Pemakan Jari Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

Kasihan, Gadis Pemakaian Jari Ini Korban Orangtua Cerai
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  16 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  17 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  6 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  16 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber