Berita Terbaru :
Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Long Weekend, KWJ Mulai Dipadati Wisatawan
Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
   

Geng Motor Bunuh Mahasiswa Unair Direkonstruksi
Metropolis  Kamis, 11-06-2015 | 10:14 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Sejak ada kabar akan digelar rekontruksi, warga di Sekitar Ngagel Kamis pagi memadati Jalan Bung Tomo Surabaya. Foto: Andim
surabaya pojokpitu.com, Siang ini Polrestabes Surabaya dijadwalkan menggelar rekontruksi pembunuhan DJ Aditya di sekitar Jalan Bung Tomo dan Dharmahusada. Rekontruksi ini untuk melengkapi bukti hukum atas kasus pembunuhan DJ Aditya yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Unair itu.

Sejak ada kabar akan digelar rekosntruksi, warga di sekitar Ngagel Kamis pagi memadati Jalan Bung Tomo Surabaya. Di tempat inilah Aditya menyenggol motor salah satu geng motor yang sedang balapan liar. Kemudian, kelompok geng motor yang menggelar balap liar itu emosi dan berusaha merusak mobil SX4 yang disopiri Aditya. Melihat gelagat itu, Aditya tancap gas melarikan diri. Gerombolan geng motor yang beringas itu mengejarnya.

Namun nahas, mobil Aditya menabrak pohon di kawasan Ngagel Jaya Selatan. Bukannya menolong, belasan remaja geng motor justru menghajarnya. Mereka mengepruk kepala Aditya dengan cor paving hingga tewas. Belum puas, mereka merusak mobil korban lalu mengambil barang berharga dari dalam mobil.

Polisi baru bergerak setelah media massa memuat berita ini. Saat itu, Kapolrestabes Surabaya mengatakan bahwa Aditya adalah korban kecelakaan tunggal lalu lintas. Sedangkan media massa menyebut korban dianiaya oleh gerombolan geng motor hingga menemui ajal. Berita di media massa itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang melihat kejadiannya. Maka, polisi kemudian buru-buru melakukan penyelidikan dan pengejaran. Polisi menangkap 4 pelaku penganiayaan yang menyebabkan Aditya tewas.

Salah satu tersangka bernama Rizal mengakui menyeret korban keluar dari mobil. Dia tega karena korban telah menyerempet rekannya.

Saat ini polisi sedang koordinasi dengan kejaksaan terkait ancaman hukum yang akan dikenakan kepada para tersangka. Kasatserse Polrestabes Surabaya AKBP Takdir berharap kejaksaan mengabulkan permintaan Satreskrim. Ancaman hukuman yang berat diharapkan menjadi efek jera bagi penjahat lain.

Kini polisi harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan jalanya rekonstruksi agar warga tidak terus mendekat ke lokasi. Hingga pukul 9.30 siang ini, rekonstruksi masih belum dimulai. Empat tersangka masih belum datang di lokasi. (pul/*)



Berita Terkait

Video Eri-Armudji Sengaja Kampanye Melibatkan Anak SMP

Pendiri Polowijo Gosari Group Tutup Usia, Achmad Djauhar Arifin Dimakamkan di Gresik

Djaduk Ferianto Sempat Kesemutan Sebelum Meninggal, Ketahui Gejalanya

Dinsos Magetan Siap Fasilitasi Pasien OGDJ Giyem
Berita Terpopuler
Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
Covid-19  3 jam

Long Weekend, KWJ Mulai Dipadati Wisatawan
Malang Raya  1 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber