Berita Terbaru :
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
   

Rayakan Paskah, 100 Orang Tewas Terkena Ledakan Bom di Sri Lanka
Peristiwa  Minggu, 21-04-2019 | 15:00 wib
Reporter :
Ledakan di gereja, paskah, ledakan gereja sri lanka, sri lanka, bom, gereja, Setidaknya enam ledakan telah dilaporkan. Tiga gereja di Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa menjadi sasaran serangan bom selama kebaktian Paskah (AFP)
Kolombo pojokpitu.com, Laporan terbaru menyebutkan setidaknya 100 orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya terluka dalam ledakan di gereja dan hotel di Sri Lanka pada Minggu (21/4). Setidaknya enam ledakan telah dilaporkan. Tiga gereja di Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa menjadi sasaran serangan bom selama kebaktian Paskah.

Hotel Shangri La, Cinnamon Grand dan Kingsbury, semuanya di Kolombo, juga terkena dampaknya. Ledakan terjadi saat para jemaat sedang merayakan Hari Raya Paskah. Paskah adalah salah satu perayaan utama dalam kalender Kristen.

Gambar di media sosial menunjukkan bagian dalam salah satu Gereja St Sebastian di Negombo dengan langit-langit yang hancur dan darah berceceran di bangku gereja. Media Sri Lanka melaporkan, turis asing mungkin termasuk di antara para korban tragedi berdarah itu.

 


Gambar di media sosial menunjukkan bagian dalam salah satu Gereja St Sebastian di Negombo dengan langit-langit yang hancur dan darah berceceran di bangku gereja    (Twitter)


Reuters via BBC mengutip sumber polisi yang mengatakan, lebih dari 50 orang tewas di Negombo. Seorang pejabat hotel di Cinnamon Grand, dekat kediaman resmi perdana menteri, mengatakan kepada AFP bahwa ledakan di sana telah menghancurkan sebuah restoran, menewaskan sedikitnya satu orang.

Sementara itu, Presiden Maithripala Sirisena telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar orang-orang tetap tenang dan mendukung pihak berwenang dalam penyelidikan mereka. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe memimpin rapat darurat.

Belum ada yang mengatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Namun ada kekhawatiran militan yang bergabung dengan ISIS kembali ke Sri Lanka usai mengalami kekalahan.

Pada tahun-tahun sejak berakhirnya perang saudara di Sri Lanka, telah terjadi beberapa kekerasan sporadis. Anggota komunitas mayoritas umat Budha Sinhala menyerang masjid dan properti milik Muslim, menyebabkan keadaan darurat diumumkan pada Maret 2018.

Sumber JawaPos.com 


Berita Terkait

Kenang Tragedi Bom, Warga Ikuti Doa Lintas Agama

WNI Berinisial KW Lolos dari Bom di Sri Lanka

Ledakan Bom di Gereja Sri Lanka, Dubes: Belum Ada Korban WNI

Rayakan Paskah, 100 Orang Tewas Terkena Ledakan Bom di Sri Lanka
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  8 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  8 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  9 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber