Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sepak Bola 

Hanya Misbakus Gelandang Bertahan yang Tersisa di Persebaya
Sabtu, 20-04-2019 | 12:01 wib
Oleh :
Surabaya pojokpitu.com, Persebaya Surabaya punya tiga pemain di posisi gelandang bertahan yakni Misbakus Solikin, Nelson Alom dan M. Hidayat. Tapi, dua nama terakhir dalam kondisi yang kurang fit akibat cedera.

Praktis, hanya Misbakus satu-satunya gelandang bertahan yang tersisa. Kondisi itu jelas cukup mengkhawatirkan. Sebab, Green Force -julukan Persebaya- harus melakoni jadwal yang cukup padat dalam waktu dekat. Dalam tempo lima hari, mereka harus melakoni dua pertandingan sekaligus. Yakni babak perempat final kontra Madura United.

Leg pertama akan dihelat di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Kamis (25/4). Kemudian dilanjutkan bertandang ke Pamekasan di leg kedua pada Selasa (30/4).

Belum lagi, Green Force harus melakoni laga perdana di Liga 1 kontra Tira Persikabo (11/5) mendatang. Cukup riskan jika hanya mengandalkan Misbakus saja tanpa pelapis.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman sadar betul akan hal itu. Opsi mendatangkan gelandang baru menjadi salah satu solusi.

"Tapi saya masih belum bisa ambil keputusan. Karena tim juga masih libur. Sehingga saya belum lihat kondisi (terkini) pemain. Besok (hari ini) tim baru latihan. Lihat nanti seperti apa," kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Djanur menjelaskan, pihaknya memang tengah melakukan diskusi dengan manajemen soal kemungkinan mendatangkan pemain baru. "Tapi sampai saat ini belum ada keputusan apakah beli pemain atau tidak," tambah pelatih 60 tahun itu.
Namun, jika menilik kondisi keuangan Green Force, mendatangkan pemain baru bukanlah hal yang mustahil.

Sebab, mereka baru saja mendapat gelontoran dana besar usai menjadi runner-up di ajang Piala Presiden 2019. Total, Green Force mendapat dana segar sebesar Rp 3,25 miliar. Rinciannya, Rp 900 juta merupakan pendapatan dari match fee. Lalu Rp 2,35 miliar didapat sebagai tim runner up.

Itu belum termasuk dua kali memecahkan rekor pendapatan. Yakni saat melawan Madura United (3/4) dan Arema FC (9/4). Dari dua laga itu, Green Force meraup pendapatan Rp 5 miliar.

Kalaupun memang proses transfer tak terjadi dalam waktu dekat, Djanur enggan panik. Sebab, dia menilai kondisi Hidayat terus membaik. Sebelumnya pemain 23 tahun itu memang menderita cedera kambuhan di kaki kiri. Sehingga absen dalam laga final Piala Presiden 2019 leg kedua kontra Arema FC (12/4). "Artinya saya juga optimistis dia (Hidayat) bisa main (lawan Madura United)," terang pelatih asal Majalengka itu.

Hanya, untuk Nelson memang butuh waktu agar kembali ke performa terbaik. "Kalau Nelson saya pesimistis dia bisa main. Masih butuh waktu," tegas Djanur. Praktis, ada kemungkinan Hidayat menjadi pelapis Misbakus di laga kontra Madura United (25/4).

Meski akan menghadapi tim yang disingkirkan di semifinal Piala Presiden 2019 lalu, Djanir enggan jemawa. "Kami tetap memandang Madura adalah tim yang bagus. Saya yakin pasti ada perlawanan," lata Djanur. (gus/jpnn/pul)

Berita Terkait


Pemain Persebaya U-14 Menggelar Aksi Damai

Persebaya Belum Lengkapi Pemain Dibawah Usia 23 Tahun

Hadapi Madura United, Zdalilov dan Balde Dipastikan Absen

Hanya Misbakus Gelandang Bertahan yang Tersisa di Persebaya


Berangkat Menuju Borneo, Kondisi Persebaya Masih Semrawut

Pemkot Tegaskan Perayaan Ultah Persebaya Tidak Berijin

Ulang Tahun Persebaya ke 92 Dirayakan Secara Sederhana

Meski Performa Menurun, Persebaya Yakin Kalahkan Madura United

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber