Berita Terbaru :
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Dibebaskan Menjadi Tahanan Kota
Sebelum Gantung Diri, Diduga Suami Terlebih Dahulu Bunuh Istrinya
   

Ini Saran Azrul Soal Ajakan People Power
Politik  Jum'at, 19-04-2019 | 06:17 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Azrul yang juga salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berpendapat, pelaksanaan Pileg dan Pilpres adalah bentuk final darul ahdi wa syahadah. Dengan demikian pemilu yang sedang berjalan sekarang beserta hasilnya adalah produk hukum sah dari pemerintahan legitimate.

Darul ahdi dalam kerangka negara menjadi tempat melakukan konsensus nasional yang mengakomidir kemajemukan bangsa baik dalam perspektif SARA, golongan atau stratum sosial, teritorial dan daerah serta kekuatan sosial politik yang tumbuh dan berkembang di dalamnya.

Demikian juga darul syahadah, yang artinya di negara inilah tempat rakyat mengukir prestasi, berbagi kebajikan dan mengisi amal saleh untuk memberatkan timbangan pahala yang akan dipertanggunjawabkan di kehidupan abadi kelak.

"Di sinilah kita membangun negara yang maju, makmur dan adil bermartabat," kata Azrul dalam pernyataan resminya, Kamis (18/4).
Dia mengungkapkan, sejumlah Korwil Garda Matahari DKI Jakarta melaporkan kondisi lapangan sekaligus menyampaikan pengaduan, masukan dan saran tindakan, sebagai respons atas beredarnya video ajakan people power.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat terutama resimen Garda Matahari tetap berpikir jernih dan bertindak proporsional. Jika kita menganggap materi video tersebut keliru maka jangan tangapi dengan cara keliru," ujarnya.

"Jangan hanya karena nafsu dan sikap kalap segelintir manusia menggelincirkan rakyat berjuta-juta. Serahkan kepada aparat hukum yang menyelesaiannya," sambungnya.

Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof Hamka ini melarang keras Korwil Garda Matahari memobilisasi pasukan tanpa komando. Mengingat potensi kader penggerak Garda Matahari khususnya DKI Jakarta beserta daerah penyangga Bekasi, Bogor dan Tanggerang berjumlah 47.348 personel.

Pimpinan Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ini mengingatkan semua pihak untuk bersabar menunggu keputusan KPU.
Kelak jika ada pihak yang merasa tidak puas disarankan menempuh penyelesaiannya secara hukum.

"Kita harus istikamah menempuh penyelesaian masalah dan konflik ini melalui jalur konstitusi. Kalau menginginkan perubahan, tempuhlah secara konstitusional. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas kegembiraan pemilu ini. Jangan ada yang mencederai keindahan bingkai demokrasi yang telah direnda dengan senyum semringah oleh seluruh rakyat Indonesia," pungkas Azrul. (esy/jpnn/end)

Berita Terkait

Warga Gelar Aksi Tolak Gerakan People Power

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Didepan Kantor KPUD Kota Mojokerto

Ini Saran Azrul Soal Ajakan People Power

Enggan Lapor ke MK, Amien Rais Pilih People Power
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  10 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  8 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  7 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber