Berita Terbaru :
Dwi Sasono Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Gus Mamak : Ponpes Perlu Pehatian Pemerintah Hadapi Era New Normal
Ada Aktor Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ini Inisialnya
Jumlah Kasus Corona di Jatim Bertambah 265
Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Praktek Suap di ESDM Pemprov Sudah Berlangsung Lama
Hukum  Kamis, 18-04-2019 | 19:02 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Praktek suap di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jatim ternyata sudah berlangsung lama. Ini diungkapkan terdakwa Kholiq Wicaksono, Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas ESDM Pemprov Jatim. Selain itu, Kholiq juga mengakui bila dirinya merupakan korban lantaran baru bekerja 4 bulan di Dinas ESDM Pemprov Jatim.

Kholiq Wicaksono, Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas ESDM Pemprov Jatim, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sidang yang dipimpin majelis hakim I Wayan Sosiawan ini juga mengungkap fakta bila terjadi tawar menawar antara Ali Hendro, mantan staf bendahara ESDM dengan pengusaha tambang, Nurul Andini.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan terdakwa ini dimanfaatkan betul terdakwa Kholiq Wicaksono untuk mengungkap kebobrokan di Dinas ESDM Pemprov Jatim. PNS asal Surabaya ini mengungkapkan bila sistem suap terkait perijinan di Dinas ESDM sudah berlangsung lama.

Kholiq mengaku bila dirinya menjadi korban dari sistem tersebut lantaran baru bekerja 4 bulan. Kholiq juga mengutarakan tidak tahu suap uang Rp 30 juta, karena merupakan transaksi Ali Hendro dengan pengusaha Nurul Andini.

Diketahui, terdakwa Kholiq Wicaksono ditangkap Polda Jatim dalam operasi tangkap tangan sebesar Rp 30 juta akhir Desember 2018 lalu.

PNS asal Jagir Sidosermo gang 7 Surabaya ini diduga melakukan pungli perijinan tambang dari Nurul Andini, seorang pengusaha tambang yang berlokasi di Sungai Regoyo Desa Gondoroso , Kecamatan Pasirian , Lumajang. Agenda sidang selanjutnya pembacaan tuntutan dari jaksa kejari surabaya yang akan dibacakan 26 April mendatang. (end)



Berita Terkait

Suap Pabrik Aqua, Dua Perangkat Desa Dituntut Berbeda

Mantan Ketua PSSI Pasuruan Diadili Penggunaan Dana Hibah

Romy Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 250 Juta

Dirut PT Petrokimia Gresik Diperiksa KPK
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  11 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  9 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  8 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber