Berita Terbaru :
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
Pandemi Covid 19, Kasus Narkoba Meningkat Didominasi Pengedar Lama
Sempat Rawat Inap di Puskesmas Selama 5 Hari, Santoso Tewas di Jalan Setapak Diduga Terpeleset
Polda Jatim Bentuk Satgas Nusantara Amankan Pilkada Di Masa Pandemi
Bakal Dikerjakan II Tahap, Revitalisasi Pasar Watualang Telan Biaya Hampir Rp 4 Miliar
Satpol PP Siap Turunkan Paksa Baliho Bodong
Kepala Bappeda Jatim Saat Ini Sedang Menjalani Perawatan Di Rumah Sakit Dokter Soetomo
   

Data Kemenkominfo, Konten Hoax Jelang Pemilu Naik 60 Persen
Metropolis  Senin, 15-04-2019 | 19:18 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika Pusat telah melakukan pemblokiran berita hoax 10 hingga 12 konten per hari. Meski demikian, konten hoax semakin meningkat jika dibandingkan sebelum pelaksanaan pemilihan umum yang mencapai sekitar 60 persen.

Profesor Doktor Henri Subakto selaku Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, saat ini jumlah pengguna media sosial dengan menggunakan berita hoax sangat memperhatinkan. Karena setiap harinya Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menghapus atau memblokir konten sebanyak 10 hingga 12 berita hoax.
 
Jumlah tersebut dinilai naik jika dibandingkan mendekati pelaksanaan pemilihan umum yang telah mencapai 60 persen. Angka prosentase tersebut diperkirakan akan meningkat seiring mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum 17 April mendatang.
 
Banyaknya masyarakat menggunakan media sosial merupakan sebuah tempat atau ajang kampanye berpolitik sehingga masyarakat bisa leluasa dan bebas dalam menulis konten dengan harapan mengelabuhi. "Namun hoax juga tidak berasal dari bidang politik saja, melainkan dari berbagai hal seperti kesehatan, ekonomi dan keagamaan secara komersial," kata Prof. dr. Henri Subakto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kemen Kominfo.
 
Untuk menanggal beredarnya berita hoax di medsos, Kementerian Kominfo telah melakukan upaya pencegahan dengan mendatangi sejumlah ponpes. Tak hanya itu, Kemenkominfo juga telah memberikan pemahaman kepada ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan MUI untuk memerangi berita hoax yang kian hari semakin meningkat.(end)
 


Berita Terkait

Data Kemenkominfo, Konten Hoax Jelang Pemilu Naik 60 Persen
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  8 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  9 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  11 jam

Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber