Berita Terbaru :
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
   

Data Kemenkominfo, Konten Hoax Jelang Pemilu Naik 60 Persen
Metropolis  Senin, 15-04-2019 | 19:18 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika Pusat telah melakukan pemblokiran berita hoax 10 hingga 12 konten per hari. Meski demikian, konten hoax semakin meningkat jika dibandingkan sebelum pelaksanaan pemilihan umum yang mencapai sekitar 60 persen.

Profesor Doktor Henri Subakto selaku Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, saat ini jumlah pengguna media sosial dengan menggunakan berita hoax sangat memperhatinkan. Karena setiap harinya Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menghapus atau memblokir konten sebanyak 10 hingga 12 berita hoax.
 
Jumlah tersebut dinilai naik jika dibandingkan mendekati pelaksanaan pemilihan umum yang telah mencapai 60 persen. Angka prosentase tersebut diperkirakan akan meningkat seiring mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum 17 April mendatang.
 
Banyaknya masyarakat menggunakan media sosial merupakan sebuah tempat atau ajang kampanye berpolitik sehingga masyarakat bisa leluasa dan bebas dalam menulis konten dengan harapan mengelabuhi. "Namun hoax juga tidak berasal dari bidang politik saja, melainkan dari berbagai hal seperti kesehatan, ekonomi dan keagamaan secara komersial," kata Prof. dr. Henri Subakto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kemen Kominfo.
 
Untuk menanggal beredarnya berita hoax di medsos, Kementerian Kominfo telah melakukan upaya pencegahan dengan mendatangi sejumlah ponpes. Tak hanya itu, Kemenkominfo juga telah memberikan pemahaman kepada ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan MUI untuk memerangi berita hoax yang kian hari semakin meningkat.(end)
 


Berita Terkait

Data Kemenkominfo, Konten Hoax Jelang Pemilu Naik 60 Persen
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  18 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  17 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  4 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber