Berita Terbaru :
Gugus Tugas Covid Tegalweru Gelar Razia Masker Sevara Humanis
Tak Bisa Bekerja Selama 4 Bulan, Para Pencinta Seni Wadul ke DPRD
KPU Surabaya Temukan Banyak Alamat Pendukung Tidak Lengkap
Arif Fathoni Calon Kuat Ketua DPD 2 Golkar Surabaya
13 Pasien Covid 19 Sembuh Disambut Yel Yel Marinir
Lestarikan Budaya, Komunitas Dalang Gelar Wayangan Online
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
   

Walimurid Keluhkan Sistem Zonasi PPDB SMA Negeri
Pendidikan  Senin, 15-04-2019 | 18:39 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Berita Video : Walimurid Keluhkan Sistem Zonasi PPDB SMA Negeri
Surabaya pojokpitu.com, Puluhan walimurid SMP di Surabaya mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jatim, Senin pagi. Mereka mengeluhkan sistem zonasi PPDB SMA negeri yang kini tinggal menunggu pergub.

Walimurid yang tergabung dalam komunitas peduli pendidikan anak SMP se-Surabaya menanyakan kejelasan skema PPDB 2019. Jospan Agus Hariana, koordinator walimurid menyebutkan, sistem zonasi PPDB SMA negeri merugikan siswa yang memiliki prestasi, namun berada di luar zona sekolah yang diinginkan.

"Sistem zonasi ini tidak sesuai dengan undang-undang yang menyatakan setiap siswa berhak mendapatkan pendidikan di sekolah yang bermutu," Jospan Agus Hariana, koordinator walimurid.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Jatim, Ramliyanto menyebut, sistem zonasi tidak akan bisa berubah jika gubernur telah menetapkan di dalam pergub. "Lagipula sistem zonasi yang dibuat untuk pemerataan pendidikan dan menghapus pemikiran siswa adanya sekolah favorit ataupun pinggiran," kata Ramliyanto, Sekretaris Dinas Pendidikan Jatim.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, PPDB SMA negeri dibagi menjadi beberapa kategori, yakni 90 persen di dalam zonasi, dengan 20 persen di dalamnya adalah mitra warga. Sedangkan 10 persen sisanya untuk kepindahan keluarga, dan prestasi dengan masing-masing 5 persen.(end)

Berita Terkait

Hari Terakhir Daftar Ulang PPDB SMA, Beberapa SMA Belum Penuhi Pagu

PPDB SMA Bagi Siswa Kurang Mampu Diperpanjang

Pelayanan PIN PPDB SMA/SMK Dibuka Setelah Libur Lebaran

Pengambilan Pin PPDB SMA Sederajat di Jatim Tertunda
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  4 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  3 jam

Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Peristiwa  2 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  15 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber