Berita Terbaru :
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
   

Korban Penipuan Penerimaan CPNS Senilai Ratusan Juta Rupiah Laporkan ke Polisi
Mataraman  Senin, 15-04-2019 | 03:48 wib
Reporter : Simon, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Seorang pria asal Trenggalek dilaporkan terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan penerimaan CPNS, awalnya terduga pelaku mengiming-imgingi korban akan meloloskan anaknya tes CPNS. Setelah uang ditransfer secara bertahap dengan total nilai Rp 120 juta, korban menagih janji kepada terduga pelaku namun selalu berbelit-belit dan meminta korban bersabar dan menunggu.

Suratman warga Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, bersama pengacaranya Bekti Harry Suwinto  melaporkan Suyono warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek ke polres Trenggalek atas dugaan kasus penipuan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Bekti Harry sebagai pengacara suratman menjelaskan, kronologi penipuan ini berawal dari keinginan kliennya yaitu suratman untuk menjadikan anaknya sebagai PNS di Kabupaten Trenggalek. Awalnya tahun 2016 yang lalu, Suratman berkeinginan agar anaknya bisa menjadi PNS.

Saat itu Suratman bertanya pada seseorang yang bernama Budi Purnomo. Kemudian oleh Budi Purnomo, Suratman dikenalkan pada Suyono.

Ditambahkan Hari dari perkenalan tersebut, terduga pelaku yang bernama Suyono lantas menyakinkan pada korban, bahwa pelaku sanggup menjadikan anak korban menjadi pns dengan syarat korban harus menyetorkan uang sebesar Rp 120 juta dalam tempo waktu delapan hari.

Awalnya korban merasa ragu, namun pelaku terus meyakinkan korban diantaranya dengan menunjukkan beberapa surat yang katanya berasal dari BKN.

Selan itu, pelaku juga mengaku memiliki kenalan orang dalam yang bernama Tarjono. Korban pun akhirnya percaya dan singkat cerita menyetorkan uang tersebut secara bertahap pada Tarjono.

Pada 12 Oktober 2016 korban mentransfer uang Rp 50 juta, tanggal 25 Oktober setor lagi Rp 20 juta, tanggal 12 Januari 2017 setor Rp 20 juta, tanggal 25 Januari 2017 transfer Rp 20 juta dan akhirnya tanggal Rp 31 april 2017 transfer ke Bayu Rp 10 juta, Bayu ini menurut pengakuan Suyono adalah anak dari Tarjono.

Setelah uang disetor, korban kemudian menagih pada terduga pelaku yaitu suyono tentang janjinya bisa meluluskan anaknya sebagai CPNS.

"Namun setiap ditagih, terduga pelaku selalu berbelit-belit dan meminta agar korban bersabar dan menunggu," kata Bekti Harry Suwinto.

Sampai pada akhirnya, korbanpun merasa kesal dan melaporkan hal tersebut ke Polres Trenggalek. (yos)

Berita Terkait

Pria Trenggalek Gadaikan 17 Mobil Rentalan Milik Temannya

Rugi Rp 800 Juta, Korban Penipuan Gula Lapor Ke Polisi

Dirut Penipu Perumahan Syariah Multazam Diadili

Empat Anggota DPRD Blitar Dilaporkan Warga Tentang Penipuan
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  7 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  5 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  20 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber