Berita Terbaru :
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
   

Bau Sampah Menyengat, Warga Tuntut Normalisasi Sungai Setiap Bulan
Metropolis  Rabu, 10-06-2015 | 14:45 wib
Reporter : Mujianto Primadi
asyarakat berharap, Pemerintah Sidoarjo lebih intens untuk melakukan pengerukan setiap bulan, agar bau menyengat yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah tidak mengganggu pernafasan. Foto: Muji
Sidoarjo pojokpitu.com, Meskipun musim penghujan sudah lewat, tumpukan sampah di Sungai Sidoarjo masih terlihat. Sepintas sungai di Sidoarjo terlihat bersih. Namun ternyata, tumpukan sampah masih saja menjadi problem.

Seperti yang terlihat di Sungai Desa Ketajen Kelurahan Ketajen Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Sampah menutup hampir semua bibir sungai, dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Masyarakat sekitar pun mengeluh soal bau sampah yang sudah satu minggu ini.

Dinas Perairan maupun Dinas Kebersihan Dan Pertamanan, sampai saat ini masih belum melakukan tindakan untuk bisa mengalirkan atau mengambil sampah dari sungai. Normalisasi maupun pengerukan sungai di wilayah Gedangan pun jarang dilakukan setiap bulan.

Menurut Ngatemi warga sekitar, sampai sesak nafas apabila sampah - sampah tersebut sudah mulai menumpuk dan tidak dibersihkan oleh dinas. Untuk pengerukan sampah - sampah jarang dilakukan oleh dinas terkait. Bahkan pengerukan dilakukan tiap satu tahun sekali.

"Sampah - sampah yang menumpuk di sungai Gedangan ini yakni sampah rumah tangga maupun sampah dari industri pabrik yang ada di wilayah Sidoarjo. Masyarakat berharap, Pemerintah Sidoarjo lebih intens untuk melakukan pengerukan setiap bulan, agar bau menyengat yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah tidak mengganggu pernafasan," kata Ngatemi. (pul/**)



Berita Terkait

Selama Pandemi Covid-19, Volume Sampah Turun 20 Persen

Warga Magetan Tukar Sampah Plastik Dengan Sembako

Sampah Menumpuk di Pintu Bendungan Sungai Bengawan Solo

Jengkel Orang Buang Sampah Sembarangan, Tepian Jalan Dibangun Makam
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  7 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  17 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  20 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber