Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Foto dok pojokpitu.com
Salah Gaya Hidup, Penderita Diabetes di Jatim Meningkat
Sabtu, 13-04-2019 | 10:09 wib
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memberikan data baru terkait penyakit di Jawa Timur. Satu yang menjadi fokus utama peningkatan pesat penderita penyakit diabetes dalam 20 tahun terakhir.

Lebih lanut data menunjukkan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita penyakit diabetes mellitus mengalami peningkatan yang sangat pesat sebesar 10 persen. Daerah yang paling banyak tingkat penderita diabetesnya adalah Kabupaten Madiun.
 
Dalam rapat koordinasi program prioritas bidang kesehatan Provinsi Jawa Timur, Menkes menyebut penderita diabetes di Surabaya naik sebesar 5 persen. Sedangkan secara nasional naik menjadi 8 persen untuk total penderita penyakit diabetes millitus. "Salah satu faktor meningkatnya penderita diabetes adalah perubahan gaya hidup, kurang berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang kurang sehat," kata Nila F Moeloek.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar Hari Santoso menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Kota, rumah sakit dan fasilitas kesehatan serta stakeholder kesehatan di Jatim untuk mengerem peningkatan jumlah pasien diabetes. Serta memberikan sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat terkait gaya hidup sehat dan konsumsi gizi seimbang. (pul)

Berita Terkait


Inilah Gejala Diabetes yang Sering Diabaikan

Manfaat Pepaya Bagi Penderita Diabetes

Mengapa Orang Kota Lebih Rentan Terkena Diabetes?

Perawatan Luka Bagi Penderita Diabetes


Inovasi Mahasiwa, Buah Markisa Bisa Menjadi Obat Diabetes

3 Minuman ini Aman untuk Penderita Diabetes

Teh Konoha, Minuman Daun Kopi Berkhasiat Sembuhkan Diabetes dan Penyakit Jantung

Bisakah Diabetes Disembuhkan?
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber