Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pilkada 

TKI di Malaysia Banyak Yang Belum Dapat Undangan Mencoblos
Rabu, 10-04-2019 | 23:11 wib
Oleh : Mohammad Amin
Kuala Lumpur pojokpitu.com, Pemilu serentak semakin dekat, yakni tanggal 17 April 2019 untuk di Indoesia. Sementara untuk WNI di luar negeri, pencoblosan tanggal 14 April.

Warga Negara Indonesia, yang berkerja di luar negeri, ternyata sangat antusias untuk bisa ikut menentukan siapa yang akan menjadi presiden. Seperti di beberapa wilayah di Kuala Lumpur, Malaysia, termasuk di Pasar Coket.

Di pasar yang sebangian besar pedangang berasal dari Indonesia, sebagian dari mereka  mengaku sudah mendapatkan surat undangan untuk mencoblos, saat pelaksaan Pilpres 14 April nanti. Kegiatan pengambilan suara di Kantor Kedutaan Indonesia, yang ada di Kuala Lumpur.

Tapi banyak juga yang belum mendapatkan undangan mencoblos. Seperti Nasaifuddin    , pemilik warung makan asal Panceng Gresik ini.  Sehingga merasa bingung, apakah nantinya bisa menyalurkan pilihannya, untuk menentukan presiden untuk 5 tahun mendatang.

Bagai para tenaga kerja, yang ada di Malaysia, harapan utama adanya perbaikan pelayanan bagi para TKI yang hendak mengurus perpanjangan Paspor supaya penyelesainhya bisa cepat. Karena pada tahun tahun sebelumnya, pengurusan Pasport bisa selesai dalam sehari. (pul)

Berita Terkait


Arus Mudik Bandara Juanda Didominasi TKI

Jelang Lebaran, Remiten TKI Naik 30 Persen

TKI di Malaysia Banyak Yang Belum Dapat Undangan Mencoblos

Tewas di Malaysia, Bupati Lumajang Upayakan Jenazah Mistiwati Pulang


Dicurigai TKI Ilegal, Ratusan Pemohon Paspor Ditolak

Kemenaker Akan Minimalisir Kekerasan TKI

Faktor Lapangan Pekerjaan dan Besarnya Upah Menjadi Impian Calon TKI

Seorang TKI Tewas di Malaysia Karena Kecelakaan Kerja

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber