Berita Terbaru :
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
   

Balita Alami Kelainan dan Gizi Buruk Dievakuasi ke Rumah Sakit
Kesehatan  Rabu, 10-04-2019 | 17:32 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Balita yang berusia empat tahun, yang kondisi tubuhnya kurus dan kaku, ternyata mengalami kelainan pertumbuhan dan gizi buruk. Untuk mendapatkan penanganan medis, balita yang diasuh oleh neneknya tersebut, dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah RA Basuni oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Setelah dilakukan pengecekan kondisi fisik, Ahmad Fajar, balita yang kondisinya cukup memperhatinkan, dengan tubuh yang kurus yang tinggal tulang dan kulit serta kaki dan tangannya kaku seperti kayu tersebut, akhirnya dievakuasi ke RSUD RA Basuni, Kabupaten Mojokerto.
 
Evakuasi terhadap Ahmad Fajar, balita yang berusia empat tahun yang diasuh oleh neneknya, Asmiatun, di Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama muspika, camat dan Polsek Kemlagi, untuk segera mendapatkan penanganan medis dari dokter anak di RSUD RA Basuni.
 
"Berdasarkan hasil pengecekan fisik dari tubuh balita Ahmad Fajar, yang kondisinya sangat memprihatinkan tersebut, ternyata mengalami kelainan pertumbuhan dan gizi buruk," tutur Susi Dwiharini, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.
 
Seperti yang diketahui, penyakit atau kelainan yang diderita oleh Ahmad Fajar, diketahui sejak balita tersebut berusia 1,5 tahun ketika ditinggal oleh ibunya yang meninggal dunia. Dengan kondisi yang memprihatinkan itu, Fajar diasuh oleh neneknya bersama kakaknya. Dengan perawatan medis, diharapkan penyakit yang diderita Fajar akan segea sembuh.(end)

Berita Terkait

Meilani Alfira Harus Mendapatkan Perawatan Terbaik dan Gratis

Balita di Lamongan Diduga Terkena Gizi Buruk

Bocah Penderita Gizi Buruk Jalani Perawatan

Sangat Butuh Bantuan Bupati, Balita Miskin Ini Tak Beranus dan Jantung Bocor
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  19 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  18 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  5 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber