Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Mantan Sekkota Surabaya M. Jasin Mulai Diadili
Selasa, 09-04-2019 | 18:58 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kasus tukar guling tanah yang menyeret mantan Sekkota Surabaya, M. Yasin, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa siang. Selain M. Yasin, sidang juga menghadirkan terdakwa mantan kabag pemerintahan Pemkot Surabaya, Sugijanto, dan mantan direktur PT Abadi Purna Utama, Lukman Jafar.

Dalam dakwaannya, dua jaksa dari Kejari Surabaya, Harwiadi dan Arief , menilai ketiga terdakwa, yakni mantan pelaksana tugas, Sekkota Surabaya, M. Yasin, mantan kabag pemerintahan Pemkot Surabaya, Sugijanto, dan mantan direktur PT Abadi Purna Utama, Lukman Jafar, melanggar pasal 2 dan pasal 3 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana minimal empat tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Jaksa menilai, ketiga terdakwa terbukti melakukan korupsi dana tukar guling tanah seluas 90 meter persegi di kawasan Semolowaru. Ketiga terdakwa melakukan perbuatan tersebut saat walikota dijabat Sunarto Sumoprawiro. Sebenarnya kasus ini menyeret delapan tersangka, termasuk Walikota Sunarto.

Namun tersangka Sunarto di SP3 lantaran meninggal dunia. Akibat perbuatan ketiga terdakwa, Pemkot Surabaya mengalami kerugian lebih dari Rp 8 miliar .

"Atas dakwaan ini, ketiga terdakwa langsung mengajukan nota keberatan atau eksepsi, yang akan dibacakan Senin minggu depan," ungkap Aris Eko Prasetyo - penasehat hukum terdakwa Sugijanto.

Untuk diketahui, kasus tukar guling tanah ini terjadi pada tahun 2001 saat Walikota Surabaya dijabat Sunarto Sumoprawiro. Lahan pemkot yang hendak ditukar oleh PT Abadi Purna Utama adalah tanah eks kas desa seluas 90 ribu meter persegi di Semolowaru, Kelurahan Manyar Sabrangan.

Berdasarkan berita acara serah terima nomor 593/048/402.01.02/2001, tanggal 5 Januari 2001, PT Abadi Purna Utama memberikan lahan pengganti di Kelurahan Keputih seluas 56.487 meter persrgi. Namun saat dicek, ternyata ukuran tanah tersebut tidak sesuai dengan perjanjian. Ada selisih lahan 33.513 meter persegi. Akibatnya, Pemkot Surabaya mengalami kerugian lebih dari Rp 8 miliar.(end)

Berita Terkait


Sidang Perdana Mahkamah Konstitusi, Tim 02 Beber Kecurangan 01

Perusak Surat Suara di Sidoarjo Divonis Hukuman Percobaan

Persiapan KPU RI Jelang Sidang Perdana Sengketa Hasil Pemilu

Ratusan Brimob dan Polisi Jaga Sidang Putusan


Sidang Lanjutan Kasus Prostitusi Online, Vanessa Sebut Satu Nama

Vanessa Angel Jalani Sidang Lanjutan Dengarkan Keterangan Dua Saksi Ahli

KPU Pamekasan Bongkar Kotak Suara untuk Sidang MK

Tersangkut Dugaan Pemerasan, Mantan Manajer PDAM Surabaya Jalani Sidang Perdana

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber