Berita Terbaru :
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
   

Mantan Sekkota Surabaya M. Jasin Mulai Diadili
Hukum  Selasa, 09-04-2019 | 18:58 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kasus tukar guling tanah yang menyeret mantan Sekkota Surabaya, M. Yasin, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa siang. Selain M. Yasin, sidang juga menghadirkan terdakwa mantan kabag pemerintahan Pemkot Surabaya, Sugijanto, dan mantan direktur PT Abadi Purna Utama, Lukman Jafar.

Dalam dakwaannya, dua jaksa dari Kejari Surabaya, Harwiadi dan Arief , menilai ketiga terdakwa, yakni mantan pelaksana tugas, Sekkota Surabaya, M. Yasin, mantan kabag pemerintahan Pemkot Surabaya, Sugijanto, dan mantan direktur PT Abadi Purna Utama, Lukman Jafar, melanggar pasal 2 dan pasal 3 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana minimal empat tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Jaksa menilai, ketiga terdakwa terbukti melakukan korupsi dana tukar guling tanah seluas 90 meter persegi di kawasan Semolowaru. Ketiga terdakwa melakukan perbuatan tersebut saat walikota dijabat Sunarto Sumoprawiro. Sebenarnya kasus ini menyeret delapan tersangka, termasuk Walikota Sunarto.

Namun tersangka Sunarto di SP3 lantaran meninggal dunia. Akibat perbuatan ketiga terdakwa, Pemkot Surabaya mengalami kerugian lebih dari Rp 8 miliar .

"Atas dakwaan ini, ketiga terdakwa langsung mengajukan nota keberatan atau eksepsi, yang akan dibacakan Senin minggu depan," ungkap Aris Eko Prasetyo - penasehat hukum terdakwa Sugijanto.

Untuk diketahui, kasus tukar guling tanah ini terjadi pada tahun 2001 saat Walikota Surabaya dijabat Sunarto Sumoprawiro. Lahan pemkot yang hendak ditukar oleh PT Abadi Purna Utama adalah tanah eks kas desa seluas 90 ribu meter persegi di Semolowaru, Kelurahan Manyar Sabrangan.

Berdasarkan berita acara serah terima nomor 593/048/402.01.02/2001, tanggal 5 Januari 2001, PT Abadi Purna Utama memberikan lahan pengganti di Kelurahan Keputih seluas 56.487 meter persrgi. Namun saat dicek, ternyata ukuran tanah tersebut tidak sesuai dengan perjanjian. Ada selisih lahan 33.513 meter persegi. Akibatnya, Pemkot Surabaya mengalami kerugian lebih dari Rp 8 miliar.(end)

Berita Terkait

Mantan Sekkota Surabaya M Jasin Dijatuhi Hukuman 4 Tahun Penjara

Mantan Sekkota Surabaya M. Jasin Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Mantan Sekkota Surabaya M. Jasin Mulai Diadili

Mantan Sekkota dan Kabag Pemerintahan Pemkot Jadi Tersangka Korupsi
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  24 menit

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  12 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  6 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber