Berita Terbaru :
Operasi Zebra Digelar Serentak Dengan Pembagian Bunga dan Coklat
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
   

Dipasung Dua Tahun Kakak Beradik Pasien Gangguan Jiwa Dibebaskan
Mataraman  Selasa, 09-04-2019 | 16:00 wib
Reporter : Moch.Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Dua penderita gangguan jiwa di Kabupaten Blitar, dibebaskan dari pasungan oleh Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Blitar. Keduanya merupakan kakak beradik yang sejak dua tahun lalu dipasung oleh keluarganya.

Adalah Setyo Budi (40) dan Riyadi (35), penderita gangguan jiwa ,warga Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, Selasa (9/4) siang di bebaskan dari pasungan oleh tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat Kabupaten Blitar.

Kedua penderita ganguan jiwa ini di bebaskan dari pasungan dalam kondisi kaki di rantai. Proses pelepasan keduanya cukup memakan waktu, karena tim mengalami kesulitan saat membuka kunci rantai.

Kepala Desa Kolomayan, Makrus menuturkan, keduanya dipasung oleh keluarganya sejak 2 tahun lalu karena sering mengamuk, meresahkan dan mengancam keselamatanorang lain.

"Saya berharap setelah dibawa ke RS Lawang Malang, keduanya sembuh total dan bisa kembali ke masyarakat," kata Makrus.

Sementara itu, Krisna Yekti, Ketua Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, mengatakan, Setyo Budi terkena gangguan jiwa saat nyantri di Pondok dan Riyadi gagal mendapatkan hasil saat menjadi TKI diluar negeri.  

"Secara fisik kondisinya baik dan keduanya akan di bawa ke rumah sakit jiwa di malang untuk mendapatkan perawatan khusus," kata Krisna Yekti.

Keluarga berharap setelah mejalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Malang nanti, keduanya bisa sembuh total, berbaur dengan masyarakat umumnya. (yos)

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Saksikan Pelepasan Pasungan di Dampit Malang

Seorang Pemuda di Tuban Dipasung Selama 17 Tahun

Gangguan Jiwa, Remaja Dipasung Keluarga

Dipasung Dua Tahun Kakak Beradik Pasien Gangguan Jiwa Dibebaskan
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  13 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  11 jam

Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Peristiwa  7 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber