Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Jatim Butuh Ambulans Neonatus
Selasa, 09-04-2019 | 09:12 wib
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Tingginya angka kematian ibu dan bayi membuat sejumlah dokter multi disiplin menggelar konsorsium. Salah satu yang dibahas adalah perlunya neonatal emergency transpor (NET) atau ambulans khusus bayi baru lahir agar bisa lebih cepat ditangani.

Di antara faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi adalah pre-eklampsia, atau hipertensi pada kehamilan. Tak hanya membahayakan keselamatan ibu, tetapi pre-eklampsia juga berdampak panjang pada kelahiran bayi.

Para dokter multi disiplin setuju jika keberadaan ambulan khusus neonatus atau bayi baru lahir sangat perlu. Lantaran selama ini bayi baru lahir kerap ditangani menggunakan ambulan biasa yang tak dilengkapi dengan berbagai macam alat. Seperti pengatur suhu, ventilator, hingga selang infus. Keberadaan alat tersebut setidaknya mampu meredam angka kematian bayi baru lahir. Demikian diungkapkan Dr. Risa Etika, Sp. A (K), selaku Ketua Panitia.

Sayangnya, jumlah ambulan khusus neonatus sangat minim. "Di Jawa Timur hanya ada di Surabaya, sebanyak satu unit dan lima sisanya masih dalam tahap persiapan. Masih minimnya kabupaten / kota melakukan investasi ambulans neonatus lantaran tingginya harga yang harus ditebus, yakni mencapai Rp 3 miliar per unit," tutur Dr. Amin Harahap, Sp. A, Inisiator Ambulan Neonatus.

Tercatat di RSUD Dr Soetomo, jumlah penderita pre-eklampsia setidaknya ada 25 persen dari total kehamilan yang ada. 3 persen di antaranya meninggal dunia, karena terlambat mendapatkan perawatan.

Anak yang terlahir dari ibu pre-eklampsia terbukti memiliki risiko besar menderita autisme hingga AD-HD. Sehingga penanganan ibu hamil dengan pre-eklampsia perlu diperhatikan lebih serius.(end)

Berita Terkait


Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Jatim Butuh Ambulans Neonatus

Bupati Ponorogo Gelontor 40 Unit Mobil Ambulans ke Desa Siaga

Mentri Hukum dan HAM Launching Program Satu Desa Satu Ambulans

Jauh Dari Rumah Sakit, Kini 27 Desa di Kabupaten Pasuruan Punya Ambulan


Mentri Hukum dan HAM Launching Program Satu Desa Satu Ambulans

Wuling Bidik Pasar Ambulans Indonesia

Kalah Saing dengan Pabrikan Jepang, Hyundai Dominasi Pasar Ambulans

Lengan Patah, Siswi Kerjakan Unas dalam Ambulans

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber