Berita Terbaru :
Libur Panjang, Kampung Tangguh Dirikan Sekolah Tangguh
Lima PSK Terjaring Razia , Dua di Antaranya Kakak Beradik
Hasil Supervisi Propam Mabes Polri, Polisi di Jatim Rawan Selingkuh
Diseruduk Bus Dari Belakang Truk Terguling
Ratusan Kepala Desa Dari Jatim Gruduk MK Kawal Sidang Judicial Review Dana Desa
SPBU Mini dan Dua Ruko Terbakar, Kakak Pemilik SPBU Tewas
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
   

Banjir di Tuban Akibatkan Jalan Ambles dan Jembatan Terancam Ambruk
Pantura  Senin, 08-04-2019 | 15:24 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Jalan propinsi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ambles akibat tergerus banjir luapan kali kening. Selain jalan, tiang jembatan patah sehingga jembatan rawan ambruk.

Akibat kejadian ini, jalan hanya dapat dilalui satu arah. Sementara untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan, warga memberi penanda dan membuat sistem buka tutup jalan.

Kondisi jalan propinsi di kilometer 118 + 625, tepatnya di Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ambles.

Kejadian amblesnya jalan ini diketahui warga sekitar dua minggu yang lalu. Namun kondisi curah hujan dengan intensitas tinggi, memyebabkan kali kening ini debit air meninggkat, dan terus mengerus tanah penahan jalan yang berbatasan langsung dengan jalan. Kondisi tersebut membuat tanah penahan jalan longsor, dan jalan raya ambles.

Kondisi ini diperparah dengan turunya hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir, sehingga jalan yang retak menjadi semakin parah dan jalan iniambles sepanjang 20 meter. Selain itu, satu tiang penyangga utama jembatan juga patah, sehingga jembatan jalan propinsi tersebut teranca ambruk.

Maka dari itu, warga sekitar amblenya jalan berharap perbaikan jalan dan jembatan, agar segera dilaksanakan sebelum makin parah lagi, karena setiap hujan turun dan banjir jalan ambles lagi.

Rozikin, saksi, mengatakan, akibat kejadian ini arus lalu lintas terganggu. Pasalnya, jalan aspal yang dapat dilalui kendaraan tinggal dua meter.

Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan, warga sekitar jembatan tersebut secara sukarelawan mengatur arus lalu lintas, denganmemberlakukan sistem buka tutup jalan serta memberi penanda di jalan dan jembatan yang tak dapat dilalui.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan dan jalan ini. "Pasalnya jika tidak segera diperbaiki, jika sungai kening kembali meluap, jalan dan jembatan yang tiangnya patah kondisi akan semakin parah," jelas Rozikin.(yan)

Berita Terkait

Banjir di Tuban Akibatkan Jalan Ambles dan Jembatan Terancam Ambruk

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak, Akibat Diterjang Banjir Bandang

Tiga Jam Diguyur Hujan, Puluhan Rumah di Montong Kebanjiran

Tanaman Padi Terendam Banjir Luapan Sungai Avur, Petani Terpaksa Panen Dini
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  9 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  10 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  12 jam

Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber