Berita Terbaru :
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
   

Mengaku Wartawan, Penyebar Hoax Kerusuhan Dibekuk Polisi
Hukum  Senin, 08-04-2019 | 00:09 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar kasus penyebaran hoax Pilres dan isu SARA melalui media sosial, Sabtu (6/4) malam. Kepada followers-nya, penyebar hoax ini menggunakan akun facebook yang mengaku sebagai seorang jurnalis media massa online.

Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur meringkus Arif Kurniawan Rajasa penyebar hoax di facebook. Berisi hasutan kerusuhan yang akan terjadi pasca Pilpres mendatang. Pelaku menggunakan akun Antonio Bannera, mengaku sebagai seorang jurnalis di Jawa Post News Network atau JPNN, dan menulis berita hoax serta hasutan tentang kerusuhan yang akan terjadi pasca Pilpres mendatang.

Menurut Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim, dalam postingan facebook, pelaku Arif Kurniawan Rajasa menposting hasutan dan berita hoax. Bahwa akan terjadinya kerusuhan seperti tahun 1998, jika salah satu paslon Pilpres tertentu akan menang pada pemilu nanti. "Bahkan, dalam tulisannya, kerusuhan itu akan memakan korban dari etnis tertentu," kata Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Dengan tulisan itu, pelaku ditangkap di rumah kost-nya di Buncitan, Kecamatan Sedati, dengan beberapa barang bukti. Dalam akun facebook, pelaku yang sangat Rasis ini terbukti menghembuskan isu SARA yang sangat meresahkan. Selain menyita telepon genggam, polisi juga mengamankan akun facebook yang sempat diubah nama Antonio Bannera menjadi gatot kaca.

Dengan barang bukti postingan yang Rasis itu, polisi menahan Arif dengan jeratan pasal 28 ayat dua undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang nomor 11 tentang ITE dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (pul)

Berita Terkait

Viralnya RS dr Soetomo Tidak Menerima Pasien Covid Lagi Dipastikan Hoax

Sebar Hoax Data Covid 19 Terancam Hukum Penjara

Masa Pandemi Covid 19, Banyak Temuan Berita Hoax Beredar

Polisi Kejar Pelaku Penyebar Berita Hoax Terkait Pasar Ikan Yang Akan Tutup
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  13 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  12 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber