Berita Terbaru :
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Untuk Membuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
   

Pengaruh Fenomena Alam Veronika, Nelayan Ddi Desa Kalang Anyar Cemandi Plih Menggagur
Metropolis  Minggu, 07-04-2019 | 06:15 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Dampak fenomena alam badai tropis veronika, yang mengakibatkan gelombang tinggi di pesisir perairan selatan jawa, membuat para nelayan di Desa Kalang Anyar Cemandi Sidoarjo memilih menggagur. Kondisi seperti ini membuat sebagian penghasilan mereka menurun drastis dibandingkan hari-hari biasa.

Memasuki musim penghujan seperti saat ini para nelayan asal Desa Kalang Anyar Cemandi Sidoarjo, memilih untuk nganggur. Keputusan untuk tidak mencari ikan dilaut dikeranakan kondisi karena alam di laut, tidak dimungkinkan untuk melakukan penangkapan ikan dilaut.

Diakui hampir semua  nelayan yang tinggal di Desa Cemandi Sidoarjo, akibat cuaca extrim akhir-akhir ini penghasil mereka jauh lebih menurun dibandingkan sebelumnya.

Akibat pengaruh cuaca buruk sepert saat ini penghasilan para nelayan menurun drastis. Jika biasanya mereka berhasil mengumpulkan uang dari hasil menangkap ikan sebanyak Rp 400.000 hingga Rp 700,000 ribu per minggu, saat ini mereka hanya bisa membawa uang pulang cuma Rp 50.000. (yos)




Berita Terkait

Pengaruh Fenomena Alam Veronika, Nelayan Ddi Desa Kalang Anyar Cemandi Plih Menggagur
Berita Terpopuler
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  4 jam

Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  15 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  13 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber