Berita Terbaru :
Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap 2 Kasus Watu Dakon
Total 122 Karyawan Petrokimia Group Ditemukan Positif Covid 19
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
Kalau Zona Merah, Sebaiknya Salat Idul Adha Ditiadakan
   

Ada Warganya Korban Perkosa, Perangkat Desa Mengadu ke Polisi
Mataraman  Sabtu, 06-04-2019 | 10:07 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Menindaklanjuti dugaan pemerkosaan yang menimpa salah seorang warganya, perangkat desa di Tulungagung, melapor ke polisi. Dengan membawa bukti rekaman video pengakuan korban PR, warga berharap polisi segera melakukan penyelidikan.

Korban PR yang mengalami keterbelakangan mental, warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Tulungagung baru saja melahirkan melalui operasi caesar. Diduga PR menjadi korban pemerkosaan dengan pelaku masih tetangganya.

Atas peristiwa ini, Jumat (5/4) siang, Kepala Desa dan Sekretaris Desa Ngrejo, mendatangi Mapolres untuk melaporkan kasus dugaan perkosaan tersebut.

Perangkat desa mengadu ke unit perlindungan perempuan dan anak, Satreskrim Polres Tulungagung. Mereka berharap, agar polisi segera melakukan penyelidikan. "Dalam rekaman ini, korban menyebut nama orang yang diduga pelaku pemerkosaan. PR mengaku tidak berani menolak disetubuhi, karena diancam akan disembelih oleh pelaku," kata Sekretaris Desa Ngrejo, Wiwik Agung Suryanto.

Kejadian dugaan perkosaan hingga korban melahirkan ini, merupakan yang kali kedua menimpa PR dari keluarga miskin. Sebelumnya pada awal 2018 lalu, korban melahirkan bayi yang meninggal beberapa hari kemudian. Saat itu pelaku yang disebut korban, mengakui perbuatannya menyetubuhi korban, dan kasusnya hanya diselesaikan secara kekeluargaan. (pul)

Berita Terkait

Walikota Risma Beri Perhatian Untuk Empat Anak Korban Tukang Sapu Makam Cabul

Tukang Bersih Makam Cabuli Empat Anak Dibawah Umur

Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun

Istri Tak Mau Layani, Ayah Nekat Cabuli Anak Tiri
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Hukum  1 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  15 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber