Berita Terbaru :
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak, Akibat Diterjang Banjir Bandang
Pantura  Jum'at, 05-04-2019 | 13:01 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Banjir bandang menerjang areal persawahan di kaki perbukitan kapur Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Puluhan hektar tanaman padi siap panen rusak parah dan nyaris busuk terendam air. Untuk menghindari kerugian lebih besar, petani terpaksa panen dini meski hasilnya turun lima puluh persen.

Areal persawahan di kaki perbukitan kapur Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, rusak parah setelah diterjang banjir bandang.

Banjir bandang terjadi akibat sungai desa setempat tidak mampu menampung debit air, setelah hujan deras di wilayah perbukitan kapur yang ada di selatan desa. Akibatnya, tanaman padi siap panen ambruk terendam air bercampur lumpur sehingga terancam mati membusuk.

Sedikitnya terdapat sekitar 30 hektar sawah rusak, untuk menghindari kerugian lebih besar, petani terpaksa melakukan panen dini, Kamis pagi. Mereka memanen padi yang teredam air bercampur lumpur. Panen semestinya masih tiga hari lagi, namun terjangan banjir beberapa hari lalu, membuat tanaman padi tertutup sampah dan lumpur.

Edi, petani Desa Ngino, mengatakan, kondisi ini sangat mempengaruhi hasil panen. Selain jumlahnya turun drastis mencapai lima puluh persen, kualitas gabah hasil panen juga buruk.
"Jika biasanya satu hektar lahan mampu menghasilkan enam ton gabah, maka kini diperkirakan hanya berkisar dua hingga tiga ton," kata Edi.

Tingginya kadar air menyebabkan gabah yang terendam banjir tidak laku dijual. Meskipun ada tengkulak bersedia membeli, harga yang ditawarkan pun sangat murah, sehingga para petani merugi.

Terjangan banjir bandang juga merusak infrastruktur, terdapat beberapa titik aspal jalan terkelupas, serta tanggul beton ambrol dterjang air. (yos)

Berita Terkait

Banjir di Tuban Akibatkan Jalan Ambles dan Jembatan Terancam Ambruk

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak, Akibat Diterjang Banjir Bandang

Tiga Jam Diguyur Hujan, Puluhan Rumah di Montong Kebanjiran

Tanaman Padi Terendam Banjir Luapan Sungai Avur, Petani Terpaksa Panen Dini
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  8 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  7 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  6 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber