Berita Terbaru :
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
   

Setelah Deflasi, Di Bulan Maret Inflasi Jatim Melesat Hingga 0,16 Persen
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 05-04-2019 | 09:14 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Setelah alami deflasi di bulan Februari hingga 0,18 persen, di bulan Maret, inflasi Jawa Timur justru melesat hingga 0,16 persen. Hal ini dipengaruhi sejumlah komoditi seperti tarif tiket pesawat , bawang merah , bawang putih, emas perhiasan hingga parfum.

Selama bulan Maret , Jawa Timur mengalami inflasi hingga 0,16 persen, melampaui inflasi nasional yang hanya 0,11 persen. Padahal di bulan Februari lalu, Jatim alami deflasi hingga 0,18 persen.

Dari 8 titik pengamatan Badan Pusat Statistik Jatim, inflasi terjadi di 5 wilayah, dan tertinggi di Kota Malang 0,36 persen, diikuti Banyuwangi 0,17 persen, dan Kediri 0,16 persen, Surabaya 0,15 persen dan Madiun 0,14 persen. Sedangkan deflasi terjadi 3 wilayah yakni Probolinggo 0,12 persen, Sumenep 0,07 persen dan Jember 0,06 persen.

Menurut Satriyo Wibowo, Kabid Distribusi Statistik BPS Jawa Timur, beberapa komoditi yang mempengaruhi  tingginya inflasi ini adalah naiknya harga tarif tiket pesawat, serta naiknya harga bawang merah dan bawang  putih karena kurangnya pasokan. Selain itu tarif KA, upah pembantu rumah tangga dan emas perhiasan juga termasuk. Bahkan uniknya , parfum juga termasuk dalam komoditi yang mempengaruhi inflasi.

"Sementara komoditi yang mempengaruhi deflasi adalah beras, daging ayam ras, dan ikan mujair, karena harganya turun," kata Satriyo Wibowo, Kabid Distribusi Statistik BPS Jawa Timur.

Satriyo menambahkan, menjelang bulan puasa pada awal Mei mendatang diwaspadai harga akan mengalami kenaikan, yang dikhawatirkan juga dapat mempengaruhi tingkat inflasi.(end)

Berita Terkait

Dampak Covid-19, BI Jatim Prediksi Inflasi Relatif Stabil

Inflasi Jatim Sepanjang 2019 Sebesar 2,12 Persen

Cabe Rawit Sumbangkan Andil Besar untuk Inflasi Jatim Bulan Juli 2019

Momen Lebaran, Inflasi Jatim pada Juni 2019 Hanya 0,13 Persen
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  20 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  19 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  6 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  17 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber