Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

BKSDA Lepas Liarkan Hewan Dilindungi di Pulau Nuso Barong
Kamis, 04-04-2019 | 19:01 wib
Oleh : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Dalam rangka penanganan konflik satwa liar di propinsi jawa timur, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam jawa timur, bekerjasama dengan Jakarta Animal Aid Network (Jaan), melepaskan 32 ekor monyet ekor panjang di Pulau Nusa Barong wilayah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Jember.

BKSDA Jawa Timur yang bekerjasama dengan Jakarta Animal Aid Network (Jaan) dan juga bersama Balai Besar  Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Jember, melakukan penanganan konflik satwa liar khususnya monyet ekor panjang , yang sebelumnya dijadikan topeng monyet.

32 ekor monyet ekor panjang yang sudah diamankan petugas kali ini akan dilepaskan di Pulau Nusa Barong, Puger, Jember. Proses pelepasan monyet tersebut dengan menggunakan perahu milik nelayan yang diberangkatkan dari nyamplung kobong Desa Kepanjen, Kecamatan Gumuk Mas.

Perjalanan menuju ke Pulau Nusa Barong dibutuhkan waktu satu jam menyebrangi lautan pantai selatan, setelah sampai ke Pulau Nusa Barong Pantai Karang ini, puluhan monyet tersebut diperiksa kesehatannya dan juga diberi makanan terlebih dahulu sebelum dilepas ke dalam hutan.

Menurut Indra Exploitasia Setiawan, Direktur Konservasi Keaneragaman Hayati Jawa Timur, menjelaskan, pelepasan monyet kera panjang kali ini dilakukan dua tahapan yang sebelumnya di lepaskan 14 ekor dan kali ini di lepaskan 18 ekor.

"Jadi total monyet ekot panjang yang dilepaskan di Pulau Nusa Barong sejumlah 32 ekor," kata Indra Exploistasia Setiawan.

Selain melepaskan kera ekor panjang, team juga melepaskan ular phyton jenis sanca timur.
Menutut Femke Den Haas, Direktur Jakarta Animal Aid Network (Jaan), menjelaskan, kegiatan kali ini tidak hanya melepaskan 32 ekor monyet kera panjang saja, namun 6 ekor ulat pyton jenis sanca timur juga dilepaskan di pulau ini.

"Karena pulau nusa barong ini sangat cocok dijadikan tempat rehabilitasi satwa liar termasuk monyet dan ular," kata Femke Den Haas.(yan)

Berita Terkait


Tiga Bayi Bison Lahir Normal di TSI 2 Prigen

Efek Jalan Tol, Penjualan Pedagang Satwa Turun

Polisi Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar Dilindungi Dibawa Kapal Dari Sulawesi

BKSDA Lepas Liarkan Hewan Dilindungi di Pulau Nuso Barong


BKSDA Akan Melakukan Pelepasan Satwa Dilindungi

Kandang Transit Satwa BBKSDA Tidak Layak, Kondisi Hewan Memprihatinkan

80 Burung Sitaan Mati, Pakar Satwa Desak Kejati Perhatikan Kelangsungan Hidup Satwa

BKSDA Gagalkan Penjualan Lutung Satwa Langka

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber