Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Benarkah Sering Kencing Malam Hari Pertanda Hipertensi ?
Kamis, 04-04-2019 | 11:35 wib
Oleh :
pojokpitu.com, Penelitian terbaru menyebutkan bahwa beser atau sering kencing pada malam hari juga sebagai tanda hipertensi. Benarkah demikian? Namun, menurut penelitian terbaru, sering kencing pada malam hari ternyata bisa menandakan Anda mengalami masalah tekanan darah tinggi.

Melansir dari Newsweek, peneliti Jepang melihat fenomena yang dikenal sebagai nokturia atau kebutuhan untuk buang air kecil setidaknya sekali dalam semalam. Ini dilakukan untuk memahami kaitan potensial dengan tekanan darah tinggi.

Untuk menyelidikinya, para ilmuwan mendaftarkan 3.730 orang dari Watari, kota di utara Tokyo. Para peserta penelitian sebelumnya telah mengambil bagian dalam penilaian kesehatan tahunan pada 2017.

Para peneliti mendokumentasikan tingkat tekanan darah istirahat dari para peserta dan mengambil sampel darah mereka. Para peserta juga mengisi kuesioner yang menanyakan seberapa sering mereka bangun di malam hari untuk buang air kecil.

Hasilnya, mereka yang melaporkan nokturia (buang air kecil berlebihan) ditemukan 40 persen lebih mungkin memiliki tingkat tekanan darah lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Temuan ini dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-83 Japanese Circulation Society.

"Tim berharap penelitian ini akan berkontribusi terhadap pemahaman setiap orang tentang tekanan darah tinggi yang jika diobati dapat menunda perkembangan penyakit jantung," ujar dr. Satoshi Konno, dari Divisi Hipertensi di Rumah Sakit Tohoku Rosai, Jepang.

Tim kemudian memperkirakan perbedaan jenis kelamin antara nokturia dan hipertensi, atau tekanan darah tinggi yang tidak normal. Ini karena pembesaran prostat dapat menyebabkan pria buang air kecil di malam hari.

"Yang mengejutkan kami, nokturia secara bermakna dikaitkan dengan hipertensi pada kedua jenis kelamin. Risiko hipertensi lazim hampir sama pada pria dan wanita," kata dr. Konno.

"Nokturia mungkin merupakan tanda awal tekanan darah tinggi, untuk itu Anda harus cek tekanan darah jika Anda belum pernah memeriksa sebelumnya," ujar dr. Konno.

Garam berlebihan bisa picu nokturia

Sementara itu, sebuah studi terpisah pada orang yang tinggal di Jepang yang diterbitkan pada 2017 di International Journal of Urology juga menemukan asupan garam yang berlebihan meningkatkan risiko seseorang mengalami nokturia.

"Korelasi ini terjadi karena rata-rata asupan garam orang Jepang relatif tinggi," ujar Dr. Robert Carey, wakil ketua American Heart Association 2017 dan American College of Cardiology Practice Guidelines.

Orang Jepang mengonsumsi rata-rata 10 gram garam per hari, dibandingkan dengan rata-rata global 4 gram per hari. Penyebabnya, orang Jepang gemar mengonsumsi makanan yang mengandung kecap asin.

Carey melanjutkan, "Ada banyak penyebab nokturia, di antaranya asupan garam atau cairan makanan tinggi dan pengobatan hipertensi dengan terapi diuretik."

Di sisi lain, Konno juga mengakui penelitiannya dan tim memiliki beberapa keterbatasan. Karena itu, penelitian ini tetap membutuhkan studi lanjutan.

Untuk itu, sangat penting memperhatikan kebiasaan buang air kencing Anda di malam hari. Jika Anda sering berkali-kali buang air kecil dalam satu malam, sebaiknya segera cek tekanan darah Anda.

Deteksi dini bisa membantu Anda untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat agar terhindar dari hipertensi akut.(HNS/RVS/klikdokter)

Berita Terkait


Benarkah Sering Kencing Malam Hari Pertanda Hipertensi ?

Ketahui Akibat Bila Sering Menahan Buang Air Kecil

Awas.. Kencing Sambil Berdiri Bisa Picu Kencing Batu


Asyik Kencing di Sawah, Seorang Remaja Dibacok Perampok

Dua Pelaku Kencing Solar Ditangkap

Awas.. Kencing Sambil Berdiri Bisa Picu Kencing Batu

Mata Merah Saat Berenang? Itu Tandanya Air Kolam Tercemar Air Kencing

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber