Berita Terbaru :
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
Hari Kedua Pencarian Orang Tenggelam Diperluas Hingga 10 Kilometer
Kejari Tulungagung Tahan Tersangka Korupsi PDAM
   

Pengusaha Watu Dakon Resort Mengaku Lalai Soal Izin
Mataraman  Kamis, 04-04-2019 | 03:03 wib
Reporter : Tova Pradana
Agus Suyanto , Pengusaha Watu Dakon Resort
Madiun pojokpitu.com, Pemilik usaha proyek Watu Dakon Resort akhirnya angkat bicara terkait masalah yang menyelimuti wacana proyek kolam pemancingan. Pihaknya mengaku lalai terkait proses izin yang sempat difasilitasi oleh Camat Dagangan Zahrowi.

Pegakuan Agus Suyanto Pengusaha Watu Dakon Resort setelah berbagai masalah muncul. Mulai protes warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Madiun, jajaran DPRD hingga kepolisian. "Kami mengakui lalai soal perizinan yang tak kunjung ditindaklanjuti, dan malah mengeruk tanah ribuan kubik." kata Agus Suyanto.

Pengusaha Watu Dakon Resort ini mengaku awalnya mendapat fasilitasi dari Camat Dagangan. Terkait permohonan keterangan dari Disparpora dalam wacana proyeksi pembangunan kolam pemancingan. Setelah mendapat surat keterangan point-point dalam surat keterangan tersebut tidak kunjung dilaksanakan.

Dalam konsisi terlanjur seperti ini, Agus Suyanto tetap menegaskan bahwa Watu Dakon Resort
bukan proyek abal-abal.

Pihaknya juga menampik atas aduan masyarakat terkait jual beli tanah kerukan. Bahawa tanah kerukan itu digunakan untuk sosial kemasyarakat yang membutuhkan.

"Meski sudah terlanjur menjadi masalah hingga berujung pada dugaan pengrusakan lingkungan di ranah kepolisian, kami tetap akan mengurus izin kepada pemerintah di DPMPTSP," jelas Agus Suyanto.

Bahkan Pengusaha Watu Dakon Resort akan merealisasikan permintaan warga sebagai kompensasi.

Diketahui, Watu Dakon Resort diproyeksikan akan menjadi wahana wisata buatan. Mulai kolam pemancingan, kolam renang hingga taman bermain. Pembuatan kolam pemancingan yang sangat dalam sudah diperhitungkan oleh tim teknis Watu Dakon Resort. (pul)

Berita Terkait

Marak Galian C Ilegal Beroperasi di Sampang

Merusak Lingkungan Tambang Galian C Ditutup Paksa Satpol PP

Pengusaha Watu Dakon Wajib Melakukan Pemulihan

Pengusaha Watu Dakon Resort Mengaku Lalai Soal Izin
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  9 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  8 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  2 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber