Berita Terbaru :
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
   

Pengusaha Watu Dakon Resort Mengaku Lalai Soal Izin
Mataraman  Kamis, 04-04-2019 | 03:03 wib
Reporter : Tova Pradana
Agus Suyanto , Pengusaha Watu Dakon Resort
Madiun pojokpitu.com, Pemilik usaha proyek Watu Dakon Resort akhirnya angkat bicara terkait masalah yang menyelimuti wacana proyek kolam pemancingan. Pihaknya mengaku lalai terkait proses izin yang sempat difasilitasi oleh Camat Dagangan Zahrowi.

Pegakuan Agus Suyanto Pengusaha Watu Dakon Resort setelah berbagai masalah muncul. Mulai protes warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Madiun, jajaran DPRD hingga kepolisian. "Kami mengakui lalai soal perizinan yang tak kunjung ditindaklanjuti, dan malah mengeruk tanah ribuan kubik." kata Agus Suyanto.

Pengusaha Watu Dakon Resort ini mengaku awalnya mendapat fasilitasi dari Camat Dagangan. Terkait permohonan keterangan dari Disparpora dalam wacana proyeksi pembangunan kolam pemancingan. Setelah mendapat surat keterangan point-point dalam surat keterangan tersebut tidak kunjung dilaksanakan.

Dalam konsisi terlanjur seperti ini, Agus Suyanto tetap menegaskan bahwa Watu Dakon Resort
bukan proyek abal-abal.

Pihaknya juga menampik atas aduan masyarakat terkait jual beli tanah kerukan. Bahawa tanah kerukan itu digunakan untuk sosial kemasyarakat yang membutuhkan.

"Meski sudah terlanjur menjadi masalah hingga berujung pada dugaan pengrusakan lingkungan di ranah kepolisian, kami tetap akan mengurus izin kepada pemerintah di DPMPTSP," jelas Agus Suyanto.

Bahkan Pengusaha Watu Dakon Resort akan merealisasikan permintaan warga sebagai kompensasi.

Diketahui, Watu Dakon Resort diproyeksikan akan menjadi wahana wisata buatan. Mulai kolam pemancingan, kolam renang hingga taman bermain. Pembuatan kolam pemancingan yang sangat dalam sudah diperhitungkan oleh tim teknis Watu Dakon Resort. (pul)

Berita Terkait

Merusak Lingkungan Tambang Galian C Ditutup Paksa Satpol PP

Pengusaha Watu Dakon Wajib Melakukan Pemulihan

Pengusaha Watu Dakon Resort Mengaku Lalai Soal Izin

Dewan Desak Pemkab Madiun Tindak Tegas Proyek Watu Dakon Resort
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  7 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  17 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  20 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber