Berita Terbaru :
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
   

Dengan Kondisi Lumpuh, Anisa Masih Bantu Keluarga Dengan Menganyam Tampah
Sosok  Selasa, 02-04-2019 | 14:26 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Keterbatasan tak membuat Anisa Larasati, penderita penyakit langka untuk berpangku tangan. Meskipun kedua kakinya tak lagi dapat digunakan, bocah berumur 14 tahun ini tetap aktif menuntut ilmu. Ia juga nekat membantu orang tuanya, dengan cara membuat tampah atau nampan tradisional berbahan bambu.

Dengan sabar, Anisa Larasati menunggui ibunya menganyam tampah. Kesulitan bergerak, menjadikan Anisa tak bisa menganyam nampan tradisional berbahan bambu itu, sedari awal. Usai tampah pola tampah setengah jadi terbentuk, kini tugas Anisa untuk meneruskan anyaman bambu dari ibunya.

Kegiatan ini selalu di lakoni bocah kelahiran 18 November 2005 itu setiap hari, Anisa sangat ingin bermain dengan teman sebayanya. Namun apa mau di kata, penyakit militis transversa atau lumpuh kayu, yang menderanya sejak usia 4 tahun, menjadikan Anisa tak bisa berjalan.

Bahkan separuh tubuhnya mati rasa, tetapi anisa tak mau putus harapan. Meksi memiliki keterbatasan, Anisa tetap nekad mengemban pendidikan. Warga Dusun Sono Desa Kalikuning itu, saat ini berstatus sebagai siswa kelas 6 sekolah dasar. Meskipun, dirinya hanya bisa belajar di rumah bersama sang ibu.

Menganyam bambu menjadi pilihan anisa untuk mengisi waktu sekaligus  membantu keluarga mencukupi kebutuhan hidup. "Dalam sehari, sata bisa memproduksi 2-5 keping nampan tradisional," kata Anisa Larasati.

Bukan perkara mudah menganyam bambu jadi alas tampah. Selain jumlah bambu yang banyak, keterbatasan gerak jadi penghalang anisa membantu sang ibu.

Sunarti, sang ibu, mengatakan, sempat dirawat rumah sakit selama 17 hari, namun kondisi Anisa tak kunjung membaik. Hingga aklhirnya pihak keluarga memilih membawanya pulang.

"Meski berobat dengan  BPJS, namun kondisi ekonomi membuat keluarga kesulitan membiayai transportasi dan biaya lainnya," kata Sunarti.

Disela pekerjaanya menganyam bambu, Anisa selalu menyempatkan tangan mungilya, untuk belajar mengerjakan soal. Ia tak mau menjadikan keterbasatan, sebagai alasan untuk menyerah begitu saja. (yos)

Berita Terkait

Hebat, Pria Lumpuh Ciptakan Kreasi Layak Jual

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh

Heboh, Pria Lumpuh Sejak Lahir Menikahi Janda Cantik

Dengan Kondisi Lumpuh, Anisa Masih Bantu Keluarga Dengan Menganyam Tampah
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  18 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  17 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber