Berita Terbaru :
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Begini Pesan Panglima TNI Saat Bersilaturahmi dengan Ulama Madura
Pilkada  Selasa, 02-04-2019 | 10:04 wib
Reporter :
Pamekasan pojokpitu.com, Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan, karena dengan perbedaan bisa saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itulah, para pendiri bangsa Indonesia telah menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat bersilaturahmi dengan ratusan Alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat di Aula Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (1/4/2019).

Menurut Marsekal Hadi, pengembangan sumber daya manusia dan pengolahan sumber daya alam yang maksimal hanya dapat dilakukan bila semuanya bersatu.

"Harus disadari bersama bahwa bangsa Indonesia sangat beraneka ragam karena memiliki ratusan suku, ribuan bahasa daerah, budaya, adat istiadat dan agama," ungkapnya seperti dilansir dalam siaran pers Puspen TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan perbedaan adalah rahmat, perbedaan adalah keindahan sebagaimana warna pelangi, karena dengan perbedaan bisa saling belajar satu sama lain.

Menurut mantan Kepala Staf TNI AU ini, saat ini kita berada dalam masa-masa yang cukup memprihatinkan, ketika toleransi menjadi menurun, kerukunan menjadi berkurang, dan persatuan kesatuan menjadi terancam.

"Hal ini kadang-kadang dipicu oleh hal-hal yang sepele, seperti perbedaan pilihan politik, permasalahan tutur kata, permasalahan kehidupan rumah tangga, dan lain-lain," ucapnya.

Panglima TNI menjelaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah bagian dari rakyat, karena TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat. Oleh karenanya, kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kekuatan yang sangat strategis dan menentukan bagi bangsa dan negara.

"Kekuatan yang sangat dahsyat tersebut terbukti telah mampu mengusir penjajah dengan persenjataan yang jauh lebih baik," ungkapnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai bagian dari pendidikan masyarakat dan generasi muda, maka kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara diadakan.

Menurutnya, sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang, Taruna dan Taruni Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian serta para Praja IPDN dan Mahasiswa harus memiliki semangat persatuan dan kesatuan.

"Mereka harus menyatu dengan rakyat, serta memiliki kepedulian untuk mengatasi kesulitan masyarakat. Ikatan integrasi yang kuat ini diharapkan akan mendukung sinergi seluruh komponen bangsa, terutama di saat mereka nantinya menerima tongkat estafet kepemimpinan negeri," tegasnya.

Panglima TNI menyampaikan "kulonuwun" kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Pamekasan.

"Mohon doa restu, arahan, bimbingan dan partisipasi para tokoh-tokoh Pamekasan, agar pelaksanaan Latsitarda Nusantara ini mencapai kesuksesan, yaitu kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membina generasi muda sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam semangat Bhineka Tunggal Ika," tuturnya.(fri/jpnn/pul)

Berita Terkait

Panglima TNI Cek Kesiapan Satgas Pamtas RI

TNI Bangun Jembatan Penghubung Kecamatan di Blitar

Panglima TNI Siap Kerahkan Pasukan, Gembleng Seluruh Siswa Baru

Nyekar Makam Pendiri NU, Panglima Dukung Penangguhan Mantan Danjen Kopassus
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  15 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  14 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  14 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  12 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber