Berita Terbaru :
Presiden Beri Tanda Jasa dan Kehormatan Kepada 53 Tokoh Terpilih
PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Dolar Loyo, Harga Emas Antam Naik Lagi
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Resiko Penularan Lewat Aerosol, WHO Peringatkan Tunda ke Dokter Gigi
Klaster Rumah Makan, Tiga Karyawan Positif Covid-19
Panas, PDIP Beri Sinyal Ganggu Dominasi Mahfud Arifin di Surabaya
Bursa Transfer: Gelandang Chelsea ke Milan, Juventus Jual Dybala
3 Laptop Terbaru Acer Menarget Konsumen Modern
Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
KASBI Kecam PHK Secara Sepihak Terhadap Karyawan BUMN
Sadas, Handsanitizer Berbahan Alami Tanaman Adas
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Begini Pembelajaran Tatap Muka di SMKN 6 Surabaya
Jelang Pilbup, Seluruh Ketua Parpol Melakukan Deklarasi Damai
   

Soekarwo: Wisata Buaya Boleh Asal Tidak Membahayakan
Metropolis  Selasa, 09-06-2015 | 18:13 wib
Reporter : Selvy Wang
surabaya pojokpitu.com, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengijinkan rencana wisata buaya muara di hulu Sungai Porong. Namun tentunya Bupati Sidoarjo, warga, dan dinas terkait menjamin keamanan pengunjung di lokasi.

Gubernur menegaskan, nyawa manusia tetap menjadi yang utama. Menurutnya keselamatan pengunjung harus diutamakan dan jangan hanya mengutamakan pendapatan desa.
 
Untuk itu, jika warga Dusun Awar Gunting, Desa Tambak Rejo, Porong bersikukuh membuat kampung mereka sebagai tempat wisata, harus memenuhi izin konservasi dan wisata. "Terserah saja mau dibikin wisata, asal BKSDA (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam) mengizinkan. Kalau di situ mau dibuat, harus ada pengamannya," jelasnya 
 
Gubernur juga mengingatkan akan keseimbangan ekosistem si buaya. Jangan sampai hewan itu terganggu . "Pertimbangannya, jangan merusak ekosistem. Jangan sampai buaya itu nggak ada makanannya, lalu lama-lama mati," imbuhnya.
 
Selain itu, ketersediaan hayati bagi hidup satwa harus diperhatikan. "Apakah makanannya ada atau tidak, habitat sungai itu tetap aman.  Bukan hanya keselamatan manusia, tapi keselamatan hewan juga dipikirkan," tutur Soekarwo.
 
Keinginan warga didasarkan pada anggapan bahwa buaya tak berbahaya. Mereka mengaku sudah terbiasa berinteraksi dengan buaya sehingga warga menolak evakuasi buaya oleh BKSDA Jawa Timur.(ern/*#)

Berita Terkait

Soekarwo: Wisata Buaya Boleh Asal Tidak Membahayakan
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  2 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  13 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  10 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber