Berita Terbaru :
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
   

Team Geologi Bandung Periksa Longsor di Tebing Puger, Begini Hasilnya
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 29-03-2019 | 08:13 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Pasca longsor di Gunung Sadeng di Jember beberapa hari yang lalu, dan menyebabkan satu orang penambang yang masih belum ditemukan. Team Geologi Bandung mendatangi lokasi kejadian, team ini memeriksa struktur dan karakter batuan kapur yang longsor.

Proses pencarian korban seorang penambang yang tertimbun, masih dilakukan. Dengan menggunakan dua alat berat, proses pencarian mulai di fokuskan ke titik-titik yang diduga korban berada.

Selain itu, dilokasi longsor kedatangan Team Geologi Bandung dari PVMBG yang untuk meneliti bagaimana longsor bisa terjadi.

Team juga meneliti karakter batuan gamping yang ada di Gunung Sadeng, beberapa sampel batuan diteliti kandungan kapur dan mangan yang ada di lokasi longsoran. Team juga meneliti ketinggian dan sudut kemiringian tebing yang tiba tiba longsor.

Iqbal Eras, Ketua Team Geologi Bandung, menjelaskan, dari hasil penelitian, ditemukan fakta yang mengejutkan bahwa dengan ketinggian 91,8 meter dan sudut kemiringan yang mencapai 41,8 derajat, ditemukan kontur batuan kapur yang berasal dari endapan laut.

"Karakter batuan kapur yang dari endapan laut yang mengeras ini adalah ketika terkena air permukaan dapat menyebabkan retakan retakan," ujar Iqbal Eras.

Team juga menyarankan agar lokasi gunung sadeng tidak ditambang karena berbahaya , dan mudah sekali sewaktu waktu longsor. (yos)

Berita Terkait

Jasad Korban Longsor Gunung Kapur Puger Ditemukan

Team Geologi Bandung Periksa Longsor di Tebing Puger, Begini Hasilnya

Saksi Perekam Video Sudah Ingatkan Agar Korban Menyelamatkan Diri

Kementrian ESDM Jawa Timur Temukan Surat Ijin Tambang Kadaluarsa
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  1 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  3 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  14 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber