Berita Terbaru :
Pemkab Magetan Rogoh Rp 4,5 Miliar Untuk Percantik Pasar Baru
KPU Sumenep Pastikan Honor PPK PPS dan PPDP Naik
Perawat Bojonegoro Meninggal Akibat Covid 19
Polda Jatim Lakukan Gelar Perkara Kasus Sekda Bondowoso
Inginkan Perubahan, RW-RW di Surabaya Bergerak Jadikan Machfud Arifin Walikota
Pemkot Surabaya Kebut Renovasi Stadion Gelora Bung Tomo
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Tukang Bersih Makam Cabuli Empat Anak Dibawah Umur
Polisi Periksa Operator SPBU, Temukan Tangki Modifikasi di Mobil Terbakar
Sidak Pengunjung Tak Pakai Masker Disuruh Keluar Pasar
Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Semangat Gotong Royong Taklukan Sulitnya Medan di Lokasi TMMD
Kapal Perang Indonesia Dan Australia Saling Berhadapan Di Perairan
Tebar Benih Ikan Nila Dibekas Sungai Kumuh
Rapid Test Massal, Warga Reaktif Lanjut Swab
   

Tes Perangkat Desa di Kabupaten Kediri Tak Terpengaruh Gugatan KCW
Mataraman  Kamis, 28-03-2019 | 13:03 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Kadiri Corruption Watch (KCW) ke pengadilan negeri setempat tidak mempengaruhi pelaksanaan ujian perangkat desa di Kabupaten Kediri. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, sebagai rekanan penyedia soal tetap melaksanaan tes sesuai jadwal serta siap menghadapi gugatan.

Tes perangkat desa bersama kembali digelar di Gedung Balai Desa Tugurejo , Kecamatan Ngasem ,Kabupaten Kediri. Kali ini diselenggarakan 7 desa dari Kecamatan Ngadiluwih dan Purwoasri.

Ujian ini membuktikan bahwa gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan kadiri corruption watch ke pengadilan negeri setempat tak mempengaruhi pelaksanaan ujian.

Abdul Khamid, Kepala Desa Kwadungan mengatakan, pelaksanaan ujian perangkat desa sudah sesuai peraturan bupati kediri nomor 56 tahun 2018.

"Aturan tersebut juga mendasari kerjasama pemerintah desa dengan IAN Tulungagung, sebagai penyedia soal ujian dengan predikat lembaga yang terakreditasi B," jelas Abdul Khamid.

Sementara itu, ketua tim penguji IAIN Tulungagung, doktor Mashudi mengaku, menghargai adanya pihak yang menggugat pelaksanaan maupun hasil ujian.

"Namun IAIN Tulungagung memastikan ujian akan tetap berlangsung sesuai jadwal yang sudah ditentukan," jelas Mashudi.

Mashudi menambahkan, lembaganya selalu berpegang pada aturan hukum dan memiliki dasar dalam menjalin kerjasama dengan desa penyelenggara ujian.

Selain terakreditasi B BAN-PT, perguruan tinggi dibawah naungan kementerian agama ini memiliki 33 jurusan dari empat fakultas untuk S1, 8 jurusan untuk S2, serta dua juruasan S3.

Untuk diketahui, KCW menggugat pelaksanaan ujian perangkat desa melalui Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, karena dinilai banyak kejanggalan dalam pelaksanaanya.

Ada 11 pihak yang digugat, antara lain 10 kepala desa dan rektor IAIN Tulungagung. Pihak IAIN Tulungagung menyatakan siap menghadapi gugatan perbuatan melawan hukum tersebut. (yos)


Berita Terkait

Tes Perangkat Desa di Kabupaten Kediri Tak Terpengaruh Gugatan KCW
Berita Terpopuler
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Peristiwa  3 jam

Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Olah Raga  11 jam

Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  21 jam

Inginkan Perubahan, RW-RW di Surabaya Bergerak Jadikan Machfud Arifin Walikota
Pilkada  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber