Berita Terbaru :
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
Kesiapan PT KAI Daop IX Jember Sambut Normal Baru
New Normal, Pemohon SIM Meningkat
Dispendukcapil Segera Jemput Bola Rekam KTP Pemilih Pemula
Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
   

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penjualan Satwa
Metropolis  Rabu, 27-03-2019 | 16:30 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Sindikat internasional ini telah berhasil menjual satwa dilindungi keluar negeri sejak 2016. Foto Yus
Berita Video : Polda Jatim Bongkar Sindikat Penjualan Satwa
Surabaya pojokpitu.com, Subdit tindak pidana tertentu, Ditreskrimsus Polda Jatim, membongkar sindikat perdagangan satwa dilindungi. Berbagai jenis satwa yang diamankan, diantaranya, lutung, komodo, trenggiling, kucing hutan, serta sejumlah kakak tua jambul kuning.

Bahkan satwa komodo yang konservasinya harus mendapatkan ijin dari presiden berhasil diamankan.

Menurut Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, Dirreskrimsus Polda Jatim, 9 tersangka anggota sindikat perdagangan satwa dilindungi merupakan jaringan asal Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah. Satu dari sembilan para tersangka ini diketahui sebagai residivis dalam kasus yang sama.

Dari pengakuan tersangka, komodo yang merupakan hewan endemik dan konservasinya harus mendapat ijin presiden telah dijual dengan harga Rp 500 juta per ekor. Bahkan sejak 2016, diduga 40 ekor komodo telah dijual ke luar negeri melalui jalur Singapura.

"Dalam penangkapan ini, polisi berhasil menyelamatkan 4 ekor komodo dari tangan tersangka," kata Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan.

Ironisnya, untuk menangkap satwa liar dilindungi ini, para tersangka membunuh induk untuk mengambil anaknya. Dalam kasus ini, tersangka dijerat undang-undang koservasi sumber daya alam dan ekosistem, dengan ancaman lima tahun penjara. (pul)

Berita Terkait

Kesulitan Biaya Operasional, Lembaga Konservasi Umbul Square Galang Donasi

Polres Malang Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi Dari Papua

Libur Nataru, Penjual Satwa Kebanjiran Berkah

Polisi dan BKSDA Amankan Puluhan Satwa Langka di Rumah Warga
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  12 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  11 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Teknologi  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber