Berita Terbaru :
Sidang Pelanggar Protokol Kesehatan Mulai Diberlakukan, Pelanggar Harus Membayar Denda
Operasi Masker Dengan Sanksi Sosial Masih Diterapkan
Kampanyekan Gebrak, Polres Bojonegoro Bagikan 20 Ribu Masker
Menjaga Tradisi Warga Gelar Lomba Layang Layang
Pendeta Cabuli Anak Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara
Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Tipikor
Aktivis Forum Kota Gresik Demo Di depan Pintu Masuk JIIPE
Demo Pemain Seni Jaranan, Diwarnai Aksi Kesurupan
500 Guru se-Surabaya Jalani Tes Swab
Gubernur Jatim Lantik Teno Jadi Walikota Pasuruan
Satu Tersangka Terpapar Covid 19, Seluruh Pegawai BNNK Kota Mojokerto Jalani Tes Swab
15 Pegawai Rumah Sakit Swasta di Lamongan Terinfeksi Covid 19
Tidak Hanya Untuk SD - SMP, Siswa PAUD dan TK Bakal Kebagian Kuota Gratis
Gus Muhdlor Ali Galang Dukungan Kaum Milenial
Operasi Yustisi di Pasar Tradisional Berstatus Zona Merah, Petugas Amankan Belasan Pelanggar
   

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penjualan Satwa
Metropolis  Rabu, 27-03-2019 | 16:30 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Sindikat internasional ini telah berhasil menjual satwa dilindungi keluar negeri sejak 2016. Foto Yus
Berita Video : Polda Jatim Bongkar Sindikat Penjualan Satwa
Surabaya pojokpitu.com, Subdit tindak pidana tertentu, Ditreskrimsus Polda Jatim, membongkar sindikat perdagangan satwa dilindungi. Berbagai jenis satwa yang diamankan, diantaranya, lutung, komodo, trenggiling, kucing hutan, serta sejumlah kakak tua jambul kuning.

Bahkan satwa komodo yang konservasinya harus mendapatkan ijin dari presiden berhasil diamankan.

Menurut Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, Dirreskrimsus Polda Jatim, 9 tersangka anggota sindikat perdagangan satwa dilindungi merupakan jaringan asal Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah. Satu dari sembilan para tersangka ini diketahui sebagai residivis dalam kasus yang sama.

Dari pengakuan tersangka, komodo yang merupakan hewan endemik dan konservasinya harus mendapat ijin presiden telah dijual dengan harga Rp 500 juta per ekor. Bahkan sejak 2016, diduga 40 ekor komodo telah dijual ke luar negeri melalui jalur Singapura.

"Dalam penangkapan ini, polisi berhasil menyelamatkan 4 ekor komodo dari tangan tersangka," kata Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan.

Ironisnya, untuk menangkap satwa liar dilindungi ini, para tersangka membunuh induk untuk mengambil anaknya. Dalam kasus ini, tersangka dijerat undang-undang koservasi sumber daya alam dan ekosistem, dengan ancaman lima tahun penjara. (pul)

Berita Terkait

Tekan Hama Tanaman Masyarakat Lepas Satwa Predator ke Alam Bebas

Kesulitan Biaya Operasional, Lembaga Konservasi Umbul Square Galang Donasi

Polres Malang Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi Dari Papua

Libur Nataru, Penjual Satwa Kebanjiran Berkah
Berita Terpopuler
Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Ti...selanjutnya
Hukum  4 jam

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Pohon, 4 Terluka
Peristiwa  8 jam

Demo Ricuh, Pemasok Kayu Tagih Hutang Miliaran Rupiah Kepada Bondowoso Indah Pl...selanjutnya
Peristiwa  8 jam

Bacok Polisi, Satreskoba Tembak Mati Dua DPO Narkoba
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber