Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Hasil Petani Tebu Harus Dijual Kepada Bulog, Produksi Gula Merosot Drastis
Senin, 25-03-2019 | 16:23 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Pabrik gula milik swasta tidak selamanya bisa memenuhi target produksi gula sesuai yang diinginkan pihak manajemen. Seperti yang dirasakan Pabrik Gula Kebonagung yang berada di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ini misalnya, yang merasakan produksi gula di tahun 2018 lalu sangatlah hancur. Disinyalir ini lantaran adanya diskriminasi antara pabrik gula milik pemerintah dan swasta, yang mengharuskan petani tebu menjual ke Bulog dan membuat pabrik gula swasta terpuruk.

Pabrik gula milik swasta yang berada di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang merasa adanya diskriminasi dari pemerintah pada tahun 2018 silam, yang membuat hasil produksi mereka menurun.

Hal itu lantaran seluruh petani tebu harus menjual hasil panenan tebunya kepada Bulog yang diberikan harga Rp 9700 per kilogram dan membuat pabrik gula milik swasta terpuruk dan mengalami penurunan produksi.

Itu semua disampaikan Pimpinan Pabrik Gula Kebonagung, Hendro Setiaji. "Pabrik-pabrik gula milik swasta sempat terpuruk di tahun 2018 khususnya Kebonagung, yang disebabkan seluruh petani tebu binaan PG Kebonagung harus menyetor hasil panenan ke Bulog dan petani yang biasa nyetor di pabrik gula milik BUMN dibeli dengan harga Rp 9700 per kilogram, sehingga kurangnya pasokan bahan, membuat harga gula hancur hingga dikisaran harga Rp 8.400," kata Hendro Setiaji.

Hendro menambahkan, dibanding tahun lalu, Pabrik Gula Kebonagung mengalami kenaikan sekitar 20 persen dengan jumlah petani binaan PG Kebonagung yang setor sebanyak 4500 petani baik dari Malang maupun luar Malang.

Sebelumnya, yang mampu berproduksi kisaran 1200 ton, kini mampu berproduksi 1400 ton dan harapannya di tahun ini mampu menambah petani lagi untuk bisa menambah produksi gula di PG Kebonagung.

Hingga saat ini, harapan di tahun 2019, jumlah produksi gula meningkat kembali, dan tidak ada pendiskriminasi kembali dari pabrik gula milik BUMN yang bisa menghancurkan produksi PG milik swasta.(end)

Berita Terkait


Hasil Petani Tebu Harus Dijual Kepada Bulog, Produksi Gula Merosot Drastis

Tingkatkan Produksi Gula di Jatim, PTPN XI Beri Modal Kerja

Luas Area Tebu Berkurang, Produksi Gula Meleset dari Target

Produksi Gula PTPN XI Diharapkan Naik 8 Persen


Produksi Gula PTPN XI Diharapkan Naik 8 Persen

Terkendala Hujan, Target Produksi Gula Tidak Maksimal

Tekan Harga Gula, PG Mulai Tingkatkan Produksi Gula

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber