Berita Terbaru :
Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Adanya Penurunan Kasus Selama PSBB
Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Relatif Stabil
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
   

Pemberi Suap Mustafa Kamal Pasa Dituntut 3 Tahun
Hukum  Kamis, 21-03-2019 | 11:38 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Sidoarjo pojokpitu.com, Lima terdakwa pemberi suap Bupati Mojokerto Non Aktif Mustafa Kamal Pasa, dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK.

Sidang tuntutan 5 terdakwa pemberi suap kepada Bupati Mojokerto Non Aktif , Mustofa Kamal Pasa, dilangsungkan terpisah. Terdakwa Ockyanto, pengusaha permit and regulatory division head PT Tower Bersama Infrastrukture dan terdakwa Nabiel Titawano swasta, menjalani sidang terlebih dahulu di Ruang Cakra Pengadilan Tipikor.

Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK menuntut keduanya dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta, subsider 2 bulan penjara. Keduanya terbukti melanggar undang-undang tindak pidana korupsi dengan memberikan suap terkait perijinan tower kepada Bupati Mojokerto Non Aktif , Mustofa Kamal Pasa senilai Rp 550 juta.

Usai sidang Ockyanto, sidang berikutnya menghadirkan tiga terdakwa yakni Onggo Widjaya, merupakan direktur Operasi PT Protelindo Atau Profesional Telekomunikasi Indonesia. Ahmad Suhawi, Direktur PT Sumawijaya dan Ahmad Subhan Mantan Wakil Bupati Malang.

Jaksa KPK menuntut terdakwa Onggo Widjaya dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. Sementara dua terdakwa lain, Subhan dan Sahawi menerima tuntutan lebih berat 3 tahun 6 bulan penjara. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. 

Atas tuntutan ini, kelima  terdakwa akan melakukan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan pada sidang berikutnya, Rabu  mendatang.

Sekedar diketahui, KPK menahan 5 terdakwa ini lantaran memberikan suap kepada bupati Mojokerto Non Aktif, Mustofa Kamal Pasa, terkait perijinan tower di Kabupaten Mojokerto.

Tiga terdakwa, Onggo Wijaya, Ahmad Subhan dan Suhawi dari PT Tower Bersama, memberikan suap terkait pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan 11 menara tower telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto sebesar Rp 2,2 miliar. Sementara dua terdakwa Ockyanto dan Nabiel Titawano dari PT Protelindo, memberikan suap sebesar Rp 550 juta kepada Bupati Mojokerto Non Aktif, Mustofa Kamal Pasa. (pul)

Berita Terkait

Lima Pemberi Suap Mustafa Kamal Pasa Divonis 2 Tahun

Begini Kronologis Anak Sulung Mustofa Kamal Pasa Tewas di Tol Solo-Ngawi

Pemberi Suap Mustafa Kamal Pasa Dituntut 3 Tahun

Pemakaman Putra Sulung Mustofa Kamal Diwarnai Isak Tangis
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  10 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  9 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber